Turnamen pramusim Piala Raja Jogja Istimewa Cup 2019 kembali digelar. Bank BPD DIY Bima Perkasa menjadi tuan rumah turnamen yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta mulai Selasa (1/10/2019) smapai Jumat (6/10/2019). (Foto: Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Turnamen pramusim Piala Raja Jogja Istimewa Cup 2019 kembali digelar. Tim IBL BPD DIY Bima Perkasa kembali menjadi tuan rumah di turnamen bergengsi yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, mulai Selasa (1/10/2019) sampai Jumat (6/10/2019).

Turnamen pramusim yang diinisiasi Bank BPD DIY ini menjadi persiapan bagi tim-tim yang akan berlaga kompetisi Indonesian Basketball League ( BL) 2020. Turnamen diikuti empat klub peserta IBL, yakni tuan rumah BPD DIY Bima Perkasa, Amartha Hangtuah, Satya Wacana Salatiga dan Pacific Surabaya serta tim nasional basket Indonesia dengan memperebutkan Piala Raja.

Kehadiran timnas di turnamen ini menjadi ajang persiapan sekaligus latih tanding karena mereka tengah digembleng untuk lolos FIBA World Cup 2023. Menurut Edy Wibowo, Presiden klub BPD DIY Bima Perkasa event ini juga merupakan bentuk dukungan klub kepada timnas.

Kami sepenuhnya fokus pada materi pelatihan dan persiapan tim. Siapa pun lawan yang dihadapi tentu akan lebih baik bila semakin kuat. Ini bisa mengangkat target kami untuk bermain secara maksimal. Kehadiran timnas tentu meningkatkan kualitas kompetisi

“Kami sebagai pengelola tim profesional tentu harus mendukung program timnas. Hal ini tentunya baik demi basket Indonesia, namun tidak bisa kami pungkiri perlu ada banyak penyesuaian,” ujar Edy Wibowo.

Pelatih Bima Perkasa Raoul ‘Ebos’ Miguel Hadinoto menuturkan bila keikutsertaan timnas menjadikan persaingan di turnamen kian ketat. Pasalnya tim-tim IBL akan menghadapi tim terbaik karena diperkuat para bintang IBL.

“Kami sepenuhnya fokus pada materi pelatihan dan persiapan tim. Siapa pun lawan yang dihadapi tentu akan lebih baik bila semakin kuat. Ini bisa mengangkat target kami untuk bermain secara maksimal. Kehadiran timnas tentu meningkatkan kualitas kompetisi,” tutur Ebos, sapaannya.

Pihak IBL mengaku sangat mengapresiasi event yang digelar BPD DIY Bima Perkasa. Pasalnya turnamen ini akan menambah jam pertandingan pemain mengingat masih minimnya turnamen sebelum kompetisi. Selain itu, Piala Raja Jogja Istimewa Cup 2019 diharapkan meningkatkan gairah bola basket di masyarakat Yogyakarta.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung adanya Piala Raja 2019 ini. BPD DIY Bima Perkasa merupakan klub kebanggaan Yogyakarta yang mempunyai banyak fans  seiring dengan prestasi yang diraihnya,” tutur Direktur Utama IBL, Juna Miradiarsyah.

“Kegiatan seperti ini menjadi contoh untuk meningkatkan bola basket di Tanah Air melalui penyelenggaraan kegiatan turnamen. Turnamen Piala Raja sekaligus menjadi ajang uji coba bagi klub IBL menghadapi musim kompetisi yang dimulai 10 Januari mendatang,” ujarnya.

Di turnamen itu, empat tim dan timnas tergabung dalam satu grup. Mereka memperebutkan posisi dua besar. Dua tim terbaik posisi satu dan dua bakal kembali bertemu di partai final memperebutkan Piala Raja. Sedangkan peringkat tiga dan empat juga kembali bertarung memperebutkan tempat ketiga.

Turnamen tanpa menyertakan pemain asing. Dengan demikian, pemain lokal bisa menunjukkan kemampuannya di turnamen tersebut.