Pengurus PSSI dengan latar belakang penonton (foto : gie)

OLENAS.ID – Ratusan penonton yang hadir dalam laga perdana, sekaligus pembuka Liga 1 2019 Putri merupakan hal yang menggembirakan. Diharapkan apresiasi terhadap perkembangan sepakbola putri makin meningkat.

“Salut untuk suporter Sleman,” ujar anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Papat Yunisal yang menyaksikanpara suporter bersemangat mendukung PSS Sleman Putri di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (5/10/2019).

Meski akhirnya Super Elang Jawa kalah, namun suporter tak melontarkan umpatan. Mereka bertahan hingga usai anthem suporter dinyanyikan bersama pemain yang berdiri di pinggir lapangan.

Hadirnya suporter, yang menurut panpel sebanyak 361 orang itu memang di luar dugaan. Mereka tidak masuk gratis tapi membeli tiket seharga Rp 10 ribu. Panpel pun hanya membuka tribun sebelah barat. Tentu saja mayoritas penonton adalah pendukung tuan rumah.

Menurut Papat Yunisal yang juga jadi salah satu calon anggota Exco PSSI periode 2019-2023, sepakbola putri memang tertinggal dibanding pria. Hal ini jadi pekerjaan rumah bagi pengurus PSSI mendatang untuk mengupayakan bagaimana sepakbola putri makin diterima oleh masyarakat.

“Namun yang terpenting adalah dukungan orangtua dan keluarga. Sepakbola putri bukan olahraga yang berbahaya. Bukan juga tidak menjanjikan masa depan nantinya. Banyak pemain putri dikontrak secara profesional,”tambah Papat yang juga mantan pemain timnas di eranya.

Ketika ditanya tentang apa yang akan dilakukannya jika terpilih kembali sebagai anggota Exco, Papat yang juga Ketua Asosiasi Sepakbola Wanita Indonesia menegaskan akan melanjutkan program pengembangan olahraga ini lebih baik.

“Sekali lagi, dukungan seperti yang diperlihatkan oleh suporter Sleman hari ini sangatlah dibutuhkan oleh para pemain putri,”tegas Papat. ***