OLENAS.ID – PS Sleman membuktikan tak hanya jago tandang, tapi juga membuat Persebaya Surabaya harus merana. Bermain di depan ribuan suporternya, Bonek, Persebaya harus menelan kepahitan setelah kalah 2-3 atas Super Elang Jawa dalam laga di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (29/10/2019).

Jadi tuan rumah Persebaya justeru tampil lamban. Sebaliknya, PS Sleman memperagakan permainan menawan. Absennya Brian Farreira sebagai motor serangan dan Alfonso de la Cruz yang kokoh di belakang tak mengurangi permainan apik PS Sleman.

Tak heran di menit ke-16 PSS mampu menjebol gawang tuan rumah lewat Jefri Kurniawan, penyerang sayap yang didatangkan dari Perseru Badak Lampung FC di paruh musim. Ini gol pertama Jefri buat PSS.

Gol itu lahir dari serangan balik yang cepat. Gelandang muda, 20 tahun, Ocvian Chanigio menggiring bola dengan cepat, lalu mengirim umpan ke Jefri yang berdiri bebas. Jefri yang tidak dijaga ketat lalu lari melewati Ruben Sanadi. Dengan dingin Jefri melontarkan tembakan keras ke gawang Persebaya yang dikawal Miswar.

Persebaya yang tersengat dengan gol itu mencoba memberi tekanan ke barisan belakang PSS. Penyerang asal Brasil, David Da Silva yang membuat skor imbang di menit ke-34. Setelah menerima umpan Diogo Campos, David Da Silva berlari kencang yang tidak bisa ditahan Ikhwan. Bola sepakanan kaki kanan Silva tak mampu ditahan oleh Ega Rizky, kiper PSS yang tampil apik sore itu.

Namun kegembiraan Persebaya tak berlangsung lama. Serangan cepat PSS kembali menambah pundi golnya lewat Haris Tuharea. Tendangan bebas dari Batata di menit ke-40 diselesaikan dengan sundulan kepalanya.

Serangan balik yang cepat PSS kembali membuat Persebaya sesak nafas. Kali ini umpan David Mustaine ke Yevhen yang berbuah gol indah. Yevhen, lajang asal Ukraina melalukan solo run, mengecoh dua bek Persebaya, Aryn Williams dan Mokhammad Syaifuddin sebelum melesatkan bola dengan ke pojok kiri gawang Miswar.

Keberhasilan menambah gol itu membuat Yevhen kini menjadi top skor di PSS dengan 13 gol, dan berada di urutan ketiga top skor Liga 1.

Kedudukan 3-1 untuk PSS bertahan hingga turun minum, bahkan baru di menit ke-75 Bajul Ijo mampu memperpendek selisih gol itu. Penalti dari Diogo Campos membuat kedudukan jadi 3-2. Hukuman yang sebenarnya cukup meragukan, karena Asyraq Gufron tak sengaja menabrak Rendi hingga terjatuh. Namun wasit Thoriq Alkatri tak mengubah keputusannya meski diprotes pemain PSS.

Hingga peluit akhir dibunyikan kedudukan tak berubah. PSS pulang membawa tiga poin, sementara Persebaya makin bertambah merana setelah dicaci para suporter yang juga melakukan pengrusakan di lapangan. ***