OLENAS.ID – Pengaturan jadwal Liga Putri 2019 terus menuai kritik. Selama sepekan para pemain harus turun ke lapangan setiap harinya, sehingga tidak punya waktu cukup untuk memulihkan stamina. Tak heran banyak pemain mengalami cedera berat dan ringan.

“Para pemain pulang dari Seri 2 hanya punya waktu 2 hari terus berangkat lagi. Mereka banyak yang cedera, dan butuh waktu minimal seminggu untuk pemulihan. Ini program pembinaan atau pembinasaan?,”kata pelatih PS Sleman Putri, Yuyud Pujiarto di Bogor, Senin (4/11/2019) malam.

Menurut Yuyud, para pemain yang melakoni Serie 3 saat ini hanya punya waktu istirahat selama dua hari. Usai Seri 2 di Bogor (Stadion Pakansari) yang berlangsung pada 25-31 Oktober 2019, para pemain harus berlaga kembali di Seri 3 pada 4 – 11 November 2019 di tempat yang sama.

PSS Putri sendiri berangkat ke Bogor mengikuti Seri 3 dengan 21 pemain. Permintaan pengunduran jadwal yang sudah dilayangkan ke PSSI melalui surat tidak mendapat tanggapan.

Dalam laga perdana menghadapi tuan rumah PS TIRA Persikabo kemarin, lewat pertandingan yang ketat PS Sleman harus mengakui keunggulan lawannya dengan hasil 1-2. Para pemain, ujar Yuyud, bermain bagus tapi recovery yang kurang membuat fisik cepat terkuras habis.

“Saya cukup puas dengan penampilan para pemain. Walaupun dilanda kelelahan tapi semangat mereka luar biasa. Mereka tiba di Bogor Minggu (3/11/2019) malam, dan sebenarnya tidak dalam kondisi perform. Mereka kurang bugar,”tambah Yuyud.

Ia berharap para pemainnya bisa memaksimalkan permainan menghadapi Persib Bandung dan lawan lainnya. Ada beberapa pemain yang cedera berat, terutama pemain belakang dan depan. Mereka umumnya  otot paha, harmstring dan banyak cedera lutut. ***