Poster Soekeno yang ditempelkan di Sleman City Hall (Foto : Twitter)

OLENAS.ID – Polsek Sleman memberikan keterangan resmi tentang viral di media sosial tentang ditangkapnya Yudhi (16) yang memasang poster di toilet Sleman City Hall (SCH) 10 November 2019 lalu.

Sebelumnya perihal Yudhi menjadi viral di media sosial, yang menyebutkan seorang suporter PS Sleman diamankan polisi lantaran melakukan aksi vandalisme menempelkan poster kritikan pada Komisaris Utama PT PSS, Soekeno. Netizen di media sosial menilai penangkapan Yudhi merupakan pembungkaman terhadap kritik pada klub.

Selain itu, netizen mempersoalkan tentang UU ITE ( Informasi dan Transaksi Elektronik) terkait hal itu. Ditambah lagi dengan usulan memboikot pertandingan home PSS menghadapi Borneo FC di Stadion Maguwoharjo, Rabu (20/11/2019)

Kapolsek Sleman, Kompol Sudarno didampingi Kanit Reskrim Polsek Sleman, Iptu Yulianto, SH menegaskan bahwa Yudhi tidak pernah ditahan. “Yudhi tidak pernah ditahan,”ujarnya di Sleman, Selasa (19/11/2019) malam.

Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan sejak diterima laporan dari manajemen SCH pada 10 November, kepolisian memeriksa barang bukti dan saksi-saksi. Petunjuk di lapangan seperti CCTV juga jadi bahan penyelidikan.

“Kami akhirnya mendapatkan siapa yang melakukan aksi tersebut, yang ternyata masih anak-anak yakni Yudhi tadi. Setelah diperiksa pada 16 November 2019, kami memulangkan Yudhi ke keluarganya. Ternyata bapaknya mengalami gangguan kejiwaan, ibunya bekerja di Jakarta,”ujar Yulianto.

Setelah berkoordinasi dengan Ketua RT setempat yang mendampingi, Yudhi dititipkan untuk dibina di Dinas Sosial sesuai ketentuan dalam perundagan. Akibat perbuatannya Yudhi dikenakan pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik.

Saat disampaikan konsekuensi hukum akibat vandalisme yang diperbuatnya, Yudhi menangis karena awalnya mengira hal itu akan, apalagi masih di bawah umur. Kepolisian juga menemukan bahwa Yudhi diperintah oleh lelaki dewasa bernama R (24). Saat ini polisi terus mencari keberadaan R untuk didengarkan keterangannya.

“Kami belum bisa sampaikan motifnya, namun sementara diketahui ingin viral karena sebelumnya juga pernah menempelkan di kawasan Jalan Gito Gati, Sleman,”jelas Yulianto.

Yudhi sendiri akan diserahkan oleh pihak kepolisian kepada keluarganya, karena ia menjelaskan bahwa ibunya sudah kembali dari Jakarta.  ***

Artikulli paraprakPersiraja, Sriwijaya, Persita dan Persik Kediri Berebut Promosi Liga 1
Artikulli tjetërPSS Kembali Kalah di Kandang Sendiri Hadapi Borneo FC