Selebrasi pemain Persita usai menang adu penalti melawan Sriwijaya FC - (foto : instagram/@persita_official)

OLENAS.ID – Keberuntungan belum memihak pada Sriwijaya FC. Ambisi untuk kembali tampil di Liga 1 musim depan harus tertunda sementara. Mereka kalah adu penalti 2-3 dari Persita Tangerang pada semifinal Liga 2 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Jumat (22/11/2019).

Laskar Wong Kito tinggal menanti perebutan juara ketiga menghadapi Persiraja Banda Aceh, dalam final Liga 2 2019 yang menurut rencana akan digelar di stadion yang sama pada Senin (25/11/2019) mendatang.

“Permainan kami mengendor setelah Bobby Satria kena kartu merah. Keberuntungan belum berpihak pada kami dalam adu penalti tadi,”ujar pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi.

Ia menilai seharusnya Sriwijaya FC memenangkan pertandingan dalam waktu normal saat gol Siswanto dianulir wasit karena dianggap handball. “Dari rekaman video, jelas Siswanto tidak menyentuh bola. Tapi sudahlah, kami terpaksa harus menerima dengan legawa,”tambah Kas Hartadi.

Dalam drama adu penalti itu kesempatan pertama yang didapat Sriwijaya gagal membuahkan gol. Tendangan Ambrizal yang menjadi eksekutor terlalu lemah dan arahnya terbaca oleh kiper Annas Fitrianto. Persita unggul 1-0 setelah Diego Banowo menjebol gawang Galih Sudaryono.

Kiper Persita, Annas kembali menjadi pahlawan Persita setelah menepis eksekusi penalti Sriwijaya FC. Giliran gelandang Persita, Asri Akbar yang gagal memanfaatkan kans. Skor masih 1-0 untuk Persita.

Airlangga Sucipto menyamakan skor menjadi 2-2. Persita unggul 2-1 setelah bola tendangan Gigis Hermawan masuk ke gawang Sriwijaya FC. Skor sama kuat setelah Yohanis Nabar sukses menuntaskan tugasnya sebagai eksekutor penalti Sriwijaya FC.

Amarzukih dengan tenang menendang bola dan membawa Persita unggul 3-2. Persita akhirnya memastikan kemenangan setelah bola tendangan Nerius Alom melebar tipis ke sisi kanan gawang Annas.

Persita akhirnya meraih tiket promosi ke Liga 1 2020. ***