OLENAS.ID – Slemania, kelompok suporter PS Sleman, mengharapkan tuah Stadion Maguwoharjo akan mengubah tren serie atau kalah yang selama ini menimpa PSS, akan berubah menjadi kemenangan saat menghadapi Perseru Badak Lampung, Selasa (03/12/2019) besok.

“Kedua tim membutuhkan kemenangan dalam laga ke-30 Liga 1 2019, namun tetap harus tetap memegang fair play. Wasit pun diharapkan menjaga fair play dalam laga ini,” ujar anggota Presidium Slemania, Asep Handi Kurniawan di Sleman, 2 Desember 2019.

Menurut Asep, kepemimpinan wasit yang tegas dan adil akan membuat pertandingan bisa berlangsung seru, menghibur suporter dan memberi nilai lebih di kompetisi ini.

Tentu tak cuma wasit, lanjut Asep, tapijuga pemain dan pelatih harus menjunjung sportivitas dan kejujuran.

Saat ini PSS menempati peringkat ke sembilan dengan 40 poin dari 29 pertandingan. Sebelumnya Super Elang Jawa, julukan PSS, di peringkat ke-8. Namun kekalahan 0-1 dari tuan rumah Barito Putera pada 28 November 2019 lalu di Stadion Demang Lehman, Martapura membuat posisi PSS turun ke urutan ke-9.

Selain itu, PSS juga belum mencatat satu pun kemenangan dalam laga bulan November 2019,hanya hasil imbang 0-0 saat bertemu Bali United jadi capaian terbaik. Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro sendiri berharap dari sisa laga yang ada, PSS dapat mendulang minimal tiga poin. Hal ini untuk lebih memantapkan posisi PSS di akhir kompetisi.

Sedangkan Perseru Badak Lampung sendiri sedang dalam tren positif. Terakhir mereka mengalahkan Madura United dengan telak 3-0 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, 27 November 2019 lalu. Meski begitu, Badak Lampung yang dilatih oleh Milan Petrovic masih berada di zona degradasi. Mereka mendulang 30 poin dari 29 pertandingan.

“Sebagai suporter, kami juga ingin hasil seri atau kalah yang sering terjadi di kandang, di Stadion Maguwoharjo bisa berubah jadi kemenangan. Jadi kenyataan yang sangat diharapkan oleh suporter,”tegas Asep.

Kemenangan itu, tambahnya, juga akan lebih bermakna dengan adanya permainan yang seru, dan kepemimpinan wasit yang adil.  ***