Yevhen Bokhavilli merayakan golnya ke Kalteng Putra bersama KH Yudo.

OLENAS.ID – Menang, itu keharusan bagi PS Sleman jika tak ingin terperosok ke zona merah alias degradasi. Itu hal wajib saat menjamu Perseru Badak Lampung di Stadion Maguwoharjo, Selasa (3/12/2019) sore.

Kalah berarti Elang Jawa harus menerima pil pahit bisa masuk zona merah, karena poin tim yang berada di peringkat di bawahnya hanya berselisih tipis. Saat ini PSS di peringkat ke-19 dengan 40 poin dari 29 pertandingan.

Di bawah PSS, Persebaya (39 poin) dan Persija (38 poin) dari 29 laga juga, siap menggusur jika mampu mendulang angka penuh di laga ke-30. PS Tira Kabo (38 poin) pun berpeluang tapi melihat kondisi tim yang baru ditinggalkan pelatihnya, Rachmad Darmawan, peluangnya kecil.

Justeru PSIS Semarang (37 poin) bisa menggusur PSS jika meraih angka penuh di laga berikutnya, sedangkan PSS gagal. Hal ini tak lepas dari hasil head to head PSIS dan PSS.

Pertandingan hidup mati akan dijalani oleh PSS Sleman saat menjamu Perseru Badak Lampung FC di Stadion Maguwoharjo, Selasa (3/12/2019) sore. Sebab, pada laga pekan ke-30 Liga 1 2019 ini, tidak ada pilihan bagi PSS selain meraih kemenangan, jika tidak ingin terperosok ke zona merah.

Sedangkan lawan PSS sore ini, Perseru Badak Lampung FC sampai pekan ke-29, masih terjebak di zona merah yakni peringkat ke-16 dengan 30 poin. Namun perolehan hasil positif Badak Lampung yang mampu menjungkalkan Madura United dengan tiga gol tanpa balas jadi hal yang patut diwaspadai pasukan Seto Nurdiyantoro.

“Pertandingan besok akan sangat menentukan tidak hanya bagi Badak Lampung tetapi juga buat kami. Artinya jika kami kalah maka semakin seru dan sengit peringkat yang ada. Oleh karena itu, minimal tidak kalah. Jika kami bisa menang, maka Badak Lampung akan berada di bawah kami sampai akhir kompetisi,” ujar Seto Nurdiyantoro di Sleman, Senin (2/12/2019).

“Mau tidak mau kami harus menang. Pertandigan besok final dan pertandingan selanjutnya adalah final. Mau tidak mau tidak boleh kalah dan Insya Allah menang. Oleh karena itu saya berharap mudah-mudahan pemain punya motivasi lebih,” tambah pelatih berusia 45 tahun itu.

Perjuangan PSS memang berat, apalagi laga menghadapi Badak Lampung tidak bisa diperkuat oleh gelandang bertahan andalannya, Guilherme Felipe “Batata” de Castro dan Bagus Nirwanto karena akumulasi kartu. ***