Foto : baliutd.com

OLENAS.ID – Usia tak menjadi tolok ukur bagi Stefano Gugurra Teco untuk memperkuat skuatnya. Hariono, gelandang Persib yang baru dicoret dari klub itu mendapat tempat di Bali United, jawara Liga 1 2019.

Teco meyakini usia di atas 33 tahun tak jadi penghalang bagi seorang pemain untuk berprestasi di Liga 1. Beberapa pemain Bali United membuktikan hal itu, sebut saja Leonard Tupamahu yang saat didatangkan dari Borneo FC sudah berusia 35 tahun. Penampilannya bersama Bali United tidak mengecewakan. Ia menjadi tembok kokoh bagi timnya.

Menurut Teco, bagus atau tidaknya pemain bukan dipengaruhi usia. Justru usia yang matang menjadi bukti tingginya jam terbang pemain mengarungi kompetisi.

Hal itu menunjukkan adanya jarak pemisah dalam hal pengalaman bagi pemain senior dan muda. Meski ada regulasi di Liga 1 untuk memasukkan pemain U23 ke dalam tim, namun sedikit saja yang mendapatkan jam terbang.

“Soal main atau tidak, itu tergantung latihan, tergantung di pertandingan juga. Waktu ada kesempatan main bagus, si pemain bisa main inti di dalam tim. Begitu juga dengan pemain senior. Waktu bisa main konsisten, tim bisa menang, dia bisa bertahan dalam tim,” ucap Teco.

Mengacu pada data pemain di kompetisi yang baru berakhir, Ismed Sofyan bisa jadi contoh bagaimana ia dalam usia 40 tahun (tertua dari seluruh pemain Liga 1) tetap prima dan jadi andalan Persija Jakarta. Pemain kelahiran Aceh Tamiang, 28 Agustus 1979 ini membuat dua assist dari 16 pertandingan.

Pemain lainnya, striket Alberto ‘Beto’ Goncalves yang sudah berusia 39 tahun masih moncer. Di Madura United , pemain naturalisasi berdarah Brasil ini mampu mencetak 17 gol dalam 26 pertandingan. ***