Presiden klub Bima Perkasa Jogja Eddy Wibowo mengembangkan filosofi gotong-royong dalam tim. Filosofi itu pula yang diajarkan kepada pemain asingnya. (Foto: olenas.id/g.susatyo)

OLENAS.ID Seorang pemain asing Bima Perkasa Jogja pernah bertanya kepada presiden klub, Eddy Wibowo. Apa filosofi bermain Bima Perkasa?

Dijawab sang dokter, “Gotong-royong.”

Sang pemain agak bingung dengan jawaban ‘gotong-royong’. Namun Eddy kemudian menjelaskan bila gotong-royong merupakan semangat kebersamaan dan tidak egois. Pasalnya, permainan bola basket adalah olahraga team work atau kerjasama tim. Dan itu tepat dengan filosofi gotong-royong.

“Saat gotong-royong, Anda tidak segan memberi kesempatan teman untuk mencetak poin. Saat mendapat giliran duduk di bench, Anda tetap support rekan yang bertanding,” kata Eddy kepada pemain asingnya.

Di musim pertama, kami menduduki peringkat 10 dan terus naik. Musim lalu, kami bisa menembus play-off. Bahkan secara power rangking di akhir kompetisi kami berada di peringkat tiga

Diterangkan Eddy bila filosofi itu sudah mengakar di masyarakat Indonesia. Dan, semangat bekerja bersama menjadi kekuatan Bima Perkasa saat kembali mengarungi kompetisi bola basket profesional, Indonesia Basketball League (IBL).

Musim ini, Bima Perkasa kembali diperkuat David Seagers dan dua rekrutan anyar Devin Gilligan serta Truman Blake. Mereka diharapkan mampu mengangkat tim untuk mencapai target lebih tinggi dibandingkan musim sebelumnya.

“Kami kembangkan filosofi gotong royong, termasuk dengan pemain-pemain asing. Untuk Seagers memang sudah paham karena sejak musim lalu sudah bersama kami. Tapi dua pemain asing lainnya, hal ini merupakan hal baru bagi mereka. Tapi sejauh ini tidak ada masalah,” ujarnya.

Berada di Jalur yang Tepat

Menurut Eddy selama empat musim sejak Bima Perkasa bermarkas di Yogyakarta, tim berada di jalur yang tepat. Tim menunjukkan peningkatan prestasi. Bahkan di musim lalu, Bima Perkasa menembus play-off.

“Di musim pertama, kami menduduki peringkat 10 dan terus naik. Musim lalu, kami bisa menembus play-off. Bahkan secara power rangking di akhir kompetisi kami berada di peringkat tiga,” kata dia.

“Pencapaian ini menunjukkan bila kinerja pelatih dan tim tetap on the track. Kami bisa mencapai posisi seperti sekarang ini karena kerja tim bukan individual,” ucapnya melanjutkan.

Musim ini, tim yang tetap ditangani Roul ‘Eboss’ Miguel Hadinoto mematok target ke grand final. Menurutnya kekuatan tim musim ini sudah merata.

“Dengan mengandalkan gotong royong dan kekuatan yang merata, kami optimistis bisa menembus grand final,” kata Eddy menegaskan.