Merpati Bali tak mengalami kesulitan mengatasi Pekanbaru All Stars dan menang 95-28 di pertandingan pramusim Srikandi Cup di GOR Gelanggang Remaja Pekanbaru, (Minggu 12/1/2020),. (Foto: istimewa)

OLENAS.ID – Juara Liga Srikandi Cup Merpati Bali memberi pelajaran berharga kepada tuan rumah Pekanbaru All Stars. Dalam game di GOR Gelanggang Remaja, Pekanbaru, (Minggu 12/1/2020), Merpati Bali sama sekali tak mengalami kesulitan mengatasi Pekanbaru All Stars dan menang 95-28.

Di pertandingan itu, Riska Madina menjadi top scorer tim tuan rumah. Bermain 23 menit, dirinya mencetak delapan poin, lima rebound, dua assists.

Sedangkan kapten Merpati Bali, Putu Tiana Widiastari, tampil memukau. Di game ini ia mencetak 17 poin, tertinggi di antara rekan-rekannya. Tak hanya itu, Putu Tiana mencetak satu kali rebound dan steal.

Tiana dan beberapa pemain lain tampil memukau. Tapi ini masih laga awal, Di laga selanjutnya saya ingin mereka bermain dengan enjoy

Di laga itu, Merpati Bali memainkan tempo permainan yang cepat sejak kuarter pertama. Tak heran skuat asuhan Bambang Asdianto Pribadi tersebut langsung unggul 25-7. Mereka menutup paruh pertama 47-13.

Putu Tiana dkk makin tancap gas di dua kuarter akhir. Tim tuan rumah hanya mampu mencetak 15 poin. Sedangkan Merpati Bali tidak terbendung dan mengakhiri dengan kemenangan.

“Pada awal kuarter pertama kami belum panas. Ritme permainan baru diperoleh menjelang akhir kuarter pertama,” ucap Putu Tiana.

Pujian juga dilayangkan pelatih Bambang Asdianto kepada pemainnya. Menurutnya, pemain yang kerap disapa Tiana itu menunjukkan konsistensi permainan meski pernah dua kali mengalami cedera ligamen.

“Tiana dan beberapa pemain lain tampil memukau. Tapi ini masih laga awal, Di laga selanjutnya saya ingin mereka bermain dengan enjoy. Pasalnya di game pertama ini kami membuat kesalahan (18 turnovers),” kata Bambang Asdianto.

Bambang Asdianto juga tak segan memuji performa lawan. Menurutnya Pekanbaru All Stars bisa seperti Flying Wheel Makasar yang didominasi oleh pemain lokal.

Sementara, pelatih Pekanbaru All Stars Dewit Yan berharap para pemainnya memetik pelajaran dari tim-tim peserta Srikandi Cup.

“Anak-anak bisa menyaksikan permainan basket yang sesungguhnya. Secara skill, kami tidak kalah, Namun kondisi fisik tidak bisa berbohong. Tim kami belum lama terbentuk, sementara lawan kami sudah banyak asam garamnya pertandingan,” ucap Dewit Yan.*