Kejuaraan Renang AntarSekolah (KRAS) akan digelar di Kolam Renang Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Wates, Kulonprogo, 24-26 Januari 2020. Menurut Ketua Panpel Dede Wahyudi (kedua dari kiri) KRAS ditargetkan diikuti 1000 peserta. (Foto: olenas.id/Ivena Kasatyo)

OLENAS.ID – Kejuaraan Renang AntarSekolah (KRAS) kembali digelar. Kejuaraan renang nasional tersebut merupakan salah satu ajang bergengsi yang rutin digelar Forum Klub Renang Sleman (FKRS) bersama Pengda PRSI DIY.

KRAS 2020 yang ditargetkan diikuti 1000 peserta dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia ini digelar di Kolam Renang Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Wates, Kulonprogo, 24-26 Januari mendatang.

Kejuaraan renang tersebut telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Tidak sedikit anak sekolah dan mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi yang selalu hadir di Yogyakarta untuk mengikuti kejuaraan bergengsi yang sudah mendapat rekomendasi dari Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Tahun lalu, jumlah peserta mencapai 800 atlet.

Kami juga menyambut gembira dengan dikeluarkannya rekomendasi di PB PRSI. Ini berarti kejuaraan sudah diakui PB

“Saat itu, KRAS diikuti tidak kurang 400 sekolah dan perguruan tinggi. Tahun ini, target peserta adalah 1.000 murid dan mahasiswa maupun mahasiswi. Kejuaraan memperebutkan 4.000 nomor perorangan dengan ada tambahan 800 meter gaya bebas dan 1.500 meter gaya bebas,” kata Ketua Panitia KRAS 2020, Dede Wahyudi di Sleman, Yogyakarta, Rabu (22/1/2020).

“Kami juga menyambut gembira dengan dikeluarkannya rekomendasi di PB PRSI. Ini berarti kejuaraan sudah diakui PB. Kejuaraan ini tak terlepas dari hasil kerja keras para pengurus Pengda PRSI DIY dan juga FKRS,” ujar Dede lagi.

Menurut Dede pendaftaran peserta sesungguhnya sudah ditutup pada Selasa (21/1/2020). Namun pihaknya masih menerima pendaftaran on the spot yang mulai dibuka pada Kamis 23/1/2020).

“Pendaftaran peserta saat on the spot justru sangat tinggi. Mereka mendaftar saat technical meeting,” ucapnya.

Sementara itu Technical Delegate Kejuaraan, Agung Purwandono menuturkan KRAS tetap memakai sistem kelompok umur (KU) atau berjenjang. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan anak SMP bisa bertanding melawan anak SD seperti di KU 3 untuk usia 12 sampai 13 tahun. Anak SMP yang masih berusia 13 bisa bersaing dengan anak SD yang berusia 12.

Menurut Agung ada lima kelompok umur (KU) yang dilombakan, yakni KU 1 (16 tahun-senior), KU 2 (10-11 tahun), KU 3 (12-13 tahun), KU 4 (10-11 tahun), dan KU 5 (9 tahun ke bawah).

“Untuk KU 3 (12-13 tahun) dan KU 4 (10-11 tahun) rata-rata paling banyak menyedot peserta,” kata Agung.

KRAS 2020 bakal diikuti sekolah dari Kalimantan, Sumatera, Bali, Jawa. Sementara untuk perguruan tinggi sudah ada dari UGM, Universitas Negeri Semarang (Unnes), UNY dan Universitas Katolik Atmajaya Yogyakarta,” ujarnya menerangkan.