Pelatih timnas Radjko Toroman (tengah) saat memberi keterangan pers mengenai Clash of Superstar. Duel timnas melawan tim IBL Pertamax All Star digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (9/2/2020). (Foto: Ivena Kasatyo)

OLENAS.ID – Tim nasional bola basket yang dipersiapkan menghadapi kualifikasi FIBA Asia 2021 akan beruji coba melawan tim IBL Pertamax All Star di ajang Clash of Superstar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (9/2/2020). Uji coba tersebut mempertemukan dua tim terbaik. Pasalnya, tim IBL Pertamax All Star diperkuat pemain terbaik yang dipilih berdasarkan hasil voting penggemar bola basket.

Duel tersebut sekaligus mengakhiri kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) seri Yogyakarta, Timnas sendiri sesungguhnya juga bertarung di IBL dengan nama Indonesia Patriots. Saat ini sampai seri di Yogyakarta, Indonesia Patriots bertengger di puncak klasemen.  

Menurut Manager Brand PT Pertamina (Persero) Mohammad Reza laga para bintang ini digelar di seri di Yogyakarta karena antusiasme tinggi dari masyarakat, khususnya para milenial pecinta bola basket. Antusiasme ini terlihat dari seringnya Yogyakarta menjadi tuan rumah grand final liga bola basket. Bahkan setiap laga grand final di Yogyakarta selalu dipenuhi penonton. Tahun lalu Clash of Superstar digelar di Solo. Saat itu antusias penonton juga sangat tinggi.

Ini menjadi ujian bagus bagi timnas. Sejauh ini perkembangan tim sudah bagus meski masih ada yang harus dibenahi

“Pemilihan Kota Yogyakarta berdasarkan antusiasme tinggi dari masyarakat khususnya para milenial pecinta basket Indonesia. Mereka memang selalu menantikan bintang basket pilihannya masuk tim Pertamax All Star 2020. Tahun lalu kami gelar di Solo dan antusiasnya sangat tinggi. Kami yakin antusias serupa juga di Yogyakarta,” kata Reza di Yogyakarta.

Voting sendiri dilakukan sebelum digulirkannya seri di Yogyakarta. Dari hasil voting  terpilih lima pemain yang mendapat suara terbanyak dari pecinta basket Tanah Air yaitu Daniel Wenas (Louvre Surabaya), Garry Jacobs Jr (Satria Muda Pertamina), Kelly Purwanto (Amartha Hangtuah), Savond Goodman (Louvre Surabaya) dan Adhi Pratama (Pelita Jaya Bakrie). Sedangkan 5 pemain lainnya dipilih berdasarkan pilihan pelatih All Star yaitu Galank Gunawan (Louvre Surabaya), L. Cotton (Amartha Hangtuah), Nuke Tri Saputra (Bima Perkasa Jogja), Respati Ragil (Pelita Jaya Bakrie) dan Montreal William (Satya Wacana Salatiga).

“Voting pemilihan IBL Pertamax All Star dilaksanakan pada 10-20 Januari melalui aplikasi MyPertmania. Dari voting itu terpilih 5 pemain berdasarkan hasil vote terbanyak,” ujar Direktur IBL Junas Miardyarsah.

Menurut pelatih timnas atau Indonesia Patriots Radjko Toroman laga tersebut untuk melihat performa tim setelah menjalani latihan maupun kompetisi. Pelatih asal Serbia ini menyebut skuat makin kompetitif meski dia mengakui tim belum mencapai kondisi sempurna.

“Ini menjadi ujian bagus bagi timnas. Sejauh ini perkembangan tim sudah bagus meski masih ada yang harus dibenahi. Kami juga tetap serius menghadapi uji coba ini karena kami harus serius menghadapi setiap pertandingan karena kami butuh atmosfer pertandingan. Namun juga ada unsur entertain,” ujar Toroman.

Sementara, pelatih All Star Octovarrio R Tamtelahitu menuturkan bila laga tersebut memberi kesempatan pemain dari kedua tim untuk tampil maksimal. Timnas akan menghadapi lawan bagus karena tim All Star diperkuat pemain terbaik IBL. (Ive)