Pemain PSS, Irfan Bachdim diperiksa suhu tubuhnya. (Foto : Gie)

OLENAS.ID – Langkah PT Liga Indonesia Baru melakukan penguatan di sektor medis melalui pemeriksaan suhu tubuh, sebagai upaya turut mencegah penularan virus corona merupakan langkah yang tepat. Langkah yang diimplementasikan oleh klub-klub Shopee Liga 1 2020 itu mendapatkan apresiasi dari penonton.

Seperti saat menjelang pertandingan PS Sleman menjamu Tira Persikabo, Minggu (8/3/2020) malam di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, mengecek dengan alat Thermoscan di pintu masuk spiral Stadion Maguwoharjo.

Pemeriksaan itu juga dilakukan terhadap para pemain kedua tim dan awak media yang hendak masuk melalui pintu VIP. Mereka menjalani pemeriksaan dengan senang.

Selain Thermoscan, beberapa alat penunjang kebersihan dan kesehatan lain juga disediakan oleh pihak klub PSS Sleman. Seperti sabun atau hand sanitizer di dalam toilet Stadion Maguwoharjo.

“Langkah ini terbilang efektif dalam penanganan awal pencegahan Covid-19 agar tidak menyebar luas,” ujar Muhammad Asep, warga Godean, Sleman usai pemeriksaan.

Sedangkan pemain PSS, Arthur Irawan menilai pengecekan suhu tubuh ini penting bagi semuanya. Tidak hanya mengukur suhu tubuh, juga perlu mencuci tangan agar selalu bersih, karena tadi memegang tiket pertandingan dan sebagainya,” ungkapnya kepada OLENAS.ID.

Salah satu petugas medis, Ahmad Maulana memastikan tidak terdapat penonton dengan suhu tubuh di atas rata-rata. Ia mengatakan rata-rata hasil pengecekan suhu tubuh penontonnya berkisar pada 35 hingga 37 derajat Celsius.

Kisaran suhu tubuh itu dinilainya masih dalam tahap normal. “Jika lebih dari itu, akan ada penanganan berlanjut, untuk diteliti kembali gejala yang menjadi penyebabnya,” jelas Ahmad.

PT LIB sendiri sebagai operator kompetisi, seperti disampaikan oleh Dirut Cucu Soemantri mengharapkan liga tetap berjalan. Untuk turut mencegah penularan, klub harus mekukan penebalan medis di setiap pintu stadion.

“Ya, kalau liga sampai berhenti, kerumunan lain seperti mal, stasiun, dan lainnya juga harus tutup, dong. Kami mencegah penularan. Dan, langkah kami menambah keyakinan masyarakat bahwa virus corona tidak sejauh yang mereka bayangkan meluasnya,” kata Cucu.

Melihat antusiasme penonton di Stadion Maguwoharjo malam itu, meski agak lenggang karena adanya boikot dari salah satu kelompok supporter, juga atmosfir penonton di stadion lainnya, penghentian sementara atau penundaan kompetisi jelas merugikan. Masyarakat datang ke stadion tak hanya menyaksikan tim kesayangannya berlaga, tapi mereka butuh penyegaran bathin dengan berteriak, berjingkrak atau bertepuk tangan.

Kondisi kehidupan sehari-hari yang sudah berat, ditambah dengan kewaspadaan akan ancaman virus Corona tentu akan lebih berat lagi jika kompetisi harus ditunda. Masyarakat kehilangan hiburan yang murah  serta dukungan bagi klub kesayangannya.

Semoga wabah ini cepat berlalu, dan semua tak lagi larut dalam kecemasan. ***

Artikulli paraprakPSS Hanya Petik Hasil Imbang di Kandang Hadapi Tira Persikabo
Artikulli tjetërPT LIB Ajak Semua Pihak Pertimbangkan Semua Aspek Terkait Virus Corona