Gelandang PS Sleman, Zah Rahan Krangar berlatih di pantai Parangtritis, Yogyakarta saat kompetisi dihentikan sementara.

OLENAS.ID – PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberikan apresiasi bagi klub yang tetap membuat program untuk menjaga kondisi fisik para pemain. Berbagai program itu disesuaikan dengan konidsi yang paling aktual saat ini.

“Saat kompetisi Shopee Liga 1 2020 libur sementara karena pandemi Corona, kami respek dan bangga dengan apa yang dilakukan klub-klub. Semoga situasinya cepat membaik dan klub-klub tersebut kembali bisa berkompetisi,” kata Mayjen TNI (Purn) Cucu Somantri, Direktur Utama PT LIB, Jumat (27/3/2020).

Terhentinya kompetisi karena pandemi virus Corona membuat klub peserta Shopee Liga 1 2020 meliburkan pemainnya. Ada klub yang meliburkan pemainnya selama tujuh hari, ada juga yang lebih lama lagi.  

Ketika pemainnya diliburkan, beragam kebijakan dilakukan klub-klub peserta Shopee Liga 1 2020. Termasuk di antaranya kebijakan yang mengatur kebugaran pemain. Hal itu dimaksudkan agar kondisi pemain tidak menurun drastis ketika nantinya kompetisi digulirkan kembali.

Beberapa klub percaya bahwa pemainnya akan menjaga kebugaran atau bersikap profesional tanpa ada instruksi khusus. Lain itu, ada juga klub yang menerapkan aturan khusus yang harus dijalani semua pemain.

Arema FC misalnya. Klub didikan Mario Gomez ini memberikan latihan khusus selama pemainnya libur. Yakni diberikan instruksi latihan lewat komunikasi online.

“Kami bagi tim menjadi empat grup pada hari ini. Setiap grup diisi tujuh pemain. Latihan dikontrol langsung oleh tim pelatih melalui aplikasi Google Duo dengan durasi latihan 30 menit,” kata Charis Yulianto, asisten pelatih Arema FC kepada media lokal, pekan lalu.

Persebaya Surabaya memilih cara berbeda. Mereka memberikan informasi berupa individual training kepada semua pemain. Lalu, sang pemain waiib menyerahkan video latihan pada setiap harinya.

Begitu juga dengan Persik Kediri dan Persela Lamongan. Dua klub yang punya suporter militan tersebut meminta setiap pemain mengirimkan video latihan pada setiap harinya.

Idem ditto dengan Persib Bandung. Mereka juga memantau latihan pemain pada setiap periode tertentu. “Kami sudah rancang ini sebelumnya. Nanti ada latihan yang tim pelatih awasi melalui video atau video call. Seminggu dua kali ada latihan ketahanan tubuh. Sekali dalam seminggu ada latihan aerobik dan non aerobik. Setelahnya mereka bisa improve latihan masing-masing sesuai kebutuhan,” terang Robert Alberts, pelatih Persib seperti yang tertulis di situs resmi klub. ***