Owner DJ Sport Dimas Yustisia me-launching markas baru dari produk jersey ini di Sragen, Jawa Tengah. (Foto: istimewa)

OLENAS.ID – Produk jersey lokal DJ Sport kian berkembang secara nasional dengan menjadi penyedia jersey klub Liga 2 Persis Solo dan PS Tira Persikabo yang berkompetisi di Liga 1 2020. Produsen jersey ini terus mengembangkan sayap dengan me-launching markas baru mereka di Sragen, Jawa Tengah.

DJ Sport kian identik sebagai penyuplai jersey klub-klub sepak bola maupun futsal. Apalagi, klub-klub yang didukung DJ Sport memiliki prestasi. Beberapa di antaranya merupakan klub besar. Bahkan tim nasional futsal pernah memakai jersey yang memang berkualitas tinggi itu saat berkompetisi di ajang Hydro Coco Futsal Exbituon Thailand.

Menurut Dimas Yustisia, owner DJ Sport, musim ini jersey produknya menyuplai kostum Persis di Liga 2 dan PS Tira Persikabo di Liga 1. Dimas menuturkan bila ini menjadi kebanggaan bila produk dari DJ Sport turut menyuplai tim-tim yang berkompetisi di liga profesional.

Ini menjadi tempat ketiga DJ Sport di Sragen. Sebelumnya, kami sempat berpindah di beberapa tempat

“Sebelumnya ada beberapa tim yang sudah bekerja sama dengan apparel kami,” kata Dimas di Sragen, Senin (24/8/2020).

Ya, sebelumnya DJ Sport menjadi bagian dari Persela Lamongan (ISC A 2016), PSMS Medan (Liga 2 2017), PSS Sleman Yunior (Liga 1 U-16 2019). Sedangkan klub futsal yang memakai jersey keluaran dari produk itu adalah Blacksteel Manokwari saat berkompetisi di AFF Futsal Cup 2019 dan timnas Futsal Indonesia saat berlaga di Thailand.

DJ Sport pun makin berkembang, terutama setelah menempati markas baru di Sragen. Menurut Dimas DJ Sport sempat berpindah tiga kali di Bumi Sukowati. Kini, mereka menempati rumah baru di Jalan Brarasena, Dusun Banyon, Kelurahan Puro, Kecamatan Karang Malang, Sragen. Markas baru itu diresmi pada Sabtu (22/8/2020).

Markas anyar DJ Sport yang terlihat megah di Sragen, Jawa Tengah. Markas itu di-launching pemiliknya Dimas Yustisia, Sabtu lalu. (Foto: istimewa)

“Saya pribadi minta doa untuk kelancaran langkah kami ini. Kami berharap mendapat dukungan dari semua pihak. Saya berharap DJ Sport di Karang Malang bisa memberi manfaat untuk lingkungan, tetangga, karyawan maupun yang semua pihak berkolaborasi dengan DJ Sport,” kata Dimas.

Acara syukuran ini dihadiri beberapa pihak, termasuk perwakilan dari produsen apparel lainnya seperti Noij asal Malang hingga Trops dari Purwokerto. Hadir pula youtuber yang biasa me-review jersey lokal, yakni Fareez Taufiq dan pemilik akun Lokale Jersey yang biasa menggunakan topeng Spiderman.

“Ini menjadi tempat ketiga DJ Sport di Sragen. Sebelumnya, kami sempat berpindah di beberapa tempat,” ujar Dimas.

DJ Sport memiliki markas baru di Jalan Brarasena, Dusun Banyon, Kelurahan Puro, Kecamatan Karang Malang, Sragen. Sang pemilik Dimas Yustisia berharap di tempat baru bisa memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. (Foto: istimewa)

DJ Sport, menurut Dimas, memiliki keunikan. Pasalnya ada nametag di belakang jersey buatan DJ Sport yang tertulis kalimat ‘Made In Sragen’.

“Saya asli putra daerah Sragen dan saya bangga dengan hal itu. Jadi wajar kalau saya selalu pasang Made in Sragen di setiap jersey yang kami buat. Termasuk saat dulu kamu masih membuat jersey Persela Lamongan hingga PSMS Medan,” ujarnya.

Dimas menuturkan DJ Sport sudah membuka cabang di enam lokasi. Mereka juga tidak hanya memenuhi kebutuhan klub profesional tetapi juga klub lokal dan bahkan komunitas sepak bola maupun futsal.

“Selama tujuh tahun berdiri, kami sudah membuka cabang di enam lokasi. Selain Sragen, ada juga di Solo, Medan, Wonogiri dan Yogyakarta. Kami tak hanya membuat jersey tim pro saja, beberapa jersey lokal untuk komunitas sepak bola dan futsal juga sudah banyak yang kami buat. Kami rata-rata membuat sampai 4 ribu produk. Semua produksi kami dibuat sebaik mungkin,” tutur Dimas memungkasi. *