PSS sedang berlatih. (Foto : Dok.PSS)

OLENAS.ID – Manajemen PT Putra Sleman Sembada (PSS) berhasil mempertahankan semua pemain, termasuk Guiherme de Castro atau akrab dipanggil Batata. Keberhasilan ini menunjukkan para pemain loyal dan berkorban bagi tim di tengah situasi yang sulit saat ini.

“Puji Tuhan, target 100% untuk mempertahankan Pelatih, Pemain dan Ofisial tercapai. Salut kepada Batata yang akhirnya membuka hati untuk mau sama-sama ikut dalam usaha bersama memajukan PSS,” ujar Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Marco Gracia Paulo di Jakarta, Rabu, 2 September 2020.

Suasana kekeluargaan sebagai suatu keluarga PSS juga membuat proses negosiasi berjalan baik. Bahkan bisa dibilang cukup singkat. Para pemain mengerti keadaan yang sulit dialami semua klub. Di tengah situasi itu, manajemen memberikan penawaran yang lebih baik dari dugaan semula.

Hasil yang ada merupakan kerja sama yang solid dari seluruh jajaran manajemen PT. PSS, dari mulai Dewan Direksi, Manajer dan Asisten Manajer, Pelatih dan seluruh bagian dari Klub tercinta kita ini.

“Sekarang kita sudah lengkap, ‘no man left behind’. Ayo kita maju sama-sama untuk melayakkan menjadi yang terbaik. Ale..!!!,”tegas Marco.

Sebelumnya, Marco Gracia Paulo dalam penjelasannya, saat menjawab pertanyaan pers, Minggu, 30 Agustus 2020 lalu mengatakan bahwa target manajemen adalah mempertahankan 100% semua pemain. Karena itu dipersiapkan perhitungan terbaik utk negosiasi.

Sementara itu, Manajer PSS, Danilo Fernando menilai proses negosiasi dengan pemain sangat menyenangkan karena cepatnya pengertian kedua pihak. Hal ini tak terlepas dari terus terjalinnya komunikasi yang dilakukan selama ini.

“Saat bernegosiasi dengan pemain lokal, bisa dibilang setengah hari saja selesai. Pemain mendapat penawaran yang di luar perkiraan mereka, sambil mendengarkan penjelasan terbuka dari manajemen,” ujarnya.

Negosiasi itu butuh waktu, ada yang cepat, ada juga yang lambat. Proses yang dijalani oleh kedua pihak akan bertemu pada titik yang saling menguntungkan. Pada sisi lain klub juga memperhitungkan kebutuhan operasional yang tak boleh terhambat nantinya.

Menurut Danilo, dalam negosiasi manajemen tak mau memberikan janji-janji yang nanti tak pasti atau terealisasi. Perhatian tak cuma pada pemain tapi juga elemen lain seperti karyawan, biaya latihan, pertandingan dan lainnya.

“Negosiasi dengan Batata memang lebih lama. Namun semuanya berakhir baik, dan kita berterima kasih kepada Batata yang berkorban untuk tim, seperti halnya pemain lain,”tutur Danilo. ***

Artikulli paraprakMengenal DJ Sport, Penyedia Jersey Persis dan Persikabo yang bermarkas di Sragen
Artikulli tjetërBatata Memilih Bertahan Karena Bahagia Bersama PSS