OLENAS.ID – Bisnis konvensional telah berubah dalam sepakbola. Kini semuanya harus secara daring. Salah satu klub yang melakukannya adlah Bali United. Klub lain mengikutinya, salah satunay PS Sleman yang mempunyai pemain pro e-sport seperti Rizky Faidan.

Fenomena itu menarik, karena ke depan arahnya memang digital. Semua berinteraksi di digital, sosial media dimaksimalkan.

“Semua ini merupakan tantangn untuk seluruh tim di Indonesia, termasuk juga dalam mengembangkan pemain muda,”ujar pengamat sepakbola nasional. Yusuf Kurniawan saat berbicara dalam Webinar “‘Sepak Bola di Masa Pandemi: Strategi Putar Otak di Era Normal Baru’ yang digelar PS Sleman dan komunitas Jurnalis Olahraga Yogyakarta (JOY), Sabtu (26/09/2020). 

Lebih lanjut Yuke, panggilan akrab Yusuf Kurniawan, untuk mendorong proses digitalitsi tersebut klub-klub dengan bantun PT Liga Indonesia Baru (LIB) meningkatkan untuk memahami hal itu. Antara lain melalui workshop digital. Di sini potensi pasarnya besar.

Artikulli paraprakKompetisi Tetap Dilangsungkan Setelah Melalui Riset dan Studi
Artikulli tjetërPSS Siap Saja Dengan Perubahan Jadwal dan Lawan 1 Oktober 2020