Foto : IG aremafc

OLENAS.ID – Kesabaran Arema FC habis terhadap winger Mariando Djonak Uropmabin. Pemain asal Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua itu pamit pulang ke kampung halamannya, tapi tidak balik juga. Pencoretan terpaksa dilakukan Arema FC.

Mariando pamit pulang kampung karena ada upacara adat pada 2 September 2020 lalu. Namun hingga kini ia belum juga pulang meski tim sudah melakoni latihan.

“Kami sudah diskusikan dengan tim pelatih untuk memutuskan pencoretan Mariando. Alasannya hanya Mariando, klub, dan Tuhan yang tahu,”ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo seperti dikutip dari laman Liga Indonesia.

Sebelumnya Arema FC sudah berkomunikasi dua kali dengan Mariano. Mantan pemain Semen Padang itu terus menunda kepulangannya, dan ini membuat manajemen Arema FC habis sabar.

“Kalau ada klub yang berkenan kami persilakan. Status Mariando sudah free,” ujar Ruddy.

Mariando menjadi pemain kelima yang angkat kaki dari skuat Singo Edan. Ia juga menjadi pemain lokal pertama yang dicoret.

Empat pemain asing yang pergi dari Arema FC adalah Jonathan Bauman, Oh In-kyun, Elias Alderete, dan Matias Malvino. Keempatnya merupakan pemain pilihan Mario Gomez yang hengkang karena tak sepakat dengan renegosiasi gaji. ***

Artikulli paraprakBertemu Perwakilan Klub di Yogyakarta, LIB Serap Masukan Termasuk Kompensasi
Artikulli tjetërBatata : Kami Tetap Bersiap Mengarungi Kompetisi