Pemain PSS saat berlatih. (Foto : Dok.PSS)

OLENAS.ID – Ada dua sisi dari kompetisi yang merupakan ujung dari sebuah tim nasional. Secara umum hal itu benar karena kompetisi memang harusnya ke timnas. Timnas menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan.

“Timnas itu konsekuensi logis dari kompetisi. Sejatinya pemain memang dibina di kompetisi. Semua hal yang didapat di kompetisi dibawa ke timnas yang menjadi panggungnya. Dalam konteks ini saya sepakat,”ujar Direktur Utama PT.Putra Sleman Sembada (PSS), Marco Gracia Paulo di Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Namun, lanjutnya, pada sisi lain, terdapat sisi competitiveness atau daya saing yang tidak ada jika kompetisi dipaksakan. Tidak terjadi keseimbangan di kompetisi.

Kompetisi, memang merupakan ujung dari sebuah timnas. Secara umum hal itu benar karena kompetisi memang harusnya ke timnas. Timnas menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan.

Pelatih timnas U-19, Shin Tae Yong baru-baru ini mengatakan bahwa ujung dari sebuah tim nasional itu kompetisi. Di kompetisi resmi para pemain akan mendapatkan atmosfir pertandingan yang sesungguhnya.

”Anda tidak bisa menunda-nunda kompetisi. Karena ini menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah timnas. Lebih cepat kompetisi digelar lagi akan semakin bagus,” ujar Shin Tae Yong di Kroasia kepada Humas PSSI.

Marco Gracia Paulo menjelaskan, meskipun kompetisi merupakan ujung dari tim nasional, namun jika direlasikan dengan keadaan yang ada, jika dipaksakan bias jadi tidak memberi apa yang diinginkan ke timnas.

Pasalnya, pemain-pemain yang bermain di kompetisinya, jika tetap dipaksakan bisa saja terinfeksi Covid-19 dan tidak siap untuk timnas nantinya. Selain itu dari segi competitiveness atau daya saing, tidak terjadi keseimbangan kompetitif di kompetisi.

Dalam konteks lain terkait situasi saat ini, ujar Marco Gracia Pauolo, adanya pandemi Covid-19 dan lain-lain, jika memang direlasikan dengan keadaan yang ada, jika dipaksakan kompetisinya bisa jadi tidak memberi apa yang diinginkan ke timnas.

Konteks lain dalam situasi saat ini, tentang kompetisi tahun 2020 terkait covid dll, jika memang direlasikan langsung dengan keadaan saat ini, jika dipaksakan kompetisinya bisa jadi tidak ke timnas lagi nanti.

Karena pemain-pemain yang bermain di kompetisinya, jika tetap dipaksakan, bisa terinfeksi Covid dan tidak siap untuk timnas nantinya.

Selain itu dari segi competitiveness, tidak terjadi keseimbangan kompetitif di kompetisi, seperti dikatakan sebelumnya bahwa kompetisi jadi ujung timnas, akan terasa dampaknya nanti di timnas.

“Untuk tahun ini memang tahun tidak normal, memang kita harus dari dimensi yang berbeda untuk hal itu. Itu jika dihubungkan langsung dengan konteks yang ada di Indonesia,”tambah Marco. ***