Rizqulloh mencatat waktu terlama di Youth Fun Juggling Competition di Sragen, Sabtu (13/12/2020). (Foto: Olenas.id/ Gonang Susatyo)

OLENAS.ID Juggling atau kemampuan beratraksi menendang-nendang bola agar tidak jatuh bukan penentu keberhasilan pemain sepak bola. Namun kemampuan juggling merupakan teknik dasar bermain sepak bola yang menguatkan konsentrasi pemain. Ini seperti dikatakan pemain tim nasional Septian David Maulana saat memberikan trik dan motivasi kepada peserta Youth Fun Juggling Competition di Sragen, Sabtu (12/12/2020).

Kemampuan juggling diperlukan bagi pesepak bola. Terutama saat pemain mendapat tekanan dari lawan. Kemampuan itu membantu dia tetap bisa tidak kehilangan bola saat keluar dari tekanan. Namun juggling sesungguhnya merupakan salah satu teknik dasar bermain yang penting meski tidak menentukan.

“Hanya, juggling memang tetap penting karena mengasah teknik dan menguatkan konsentrasi. Dibutuhkan konsentrasi yang bagus agar pemain tidak gagal saat melakukan juggling. Pemain yang baik tentu memiliki konsentrasi bagus di pertandingan,” ucap Septian David Maulana di Sragen.

Banyak potensi yang tergali dari kompetisi ini. Pemain usia muda juga terasah kemampuannya

Menurut gelandang PSIS Semarang ini juggling juga menguatkan feeling ball. Ini yang menjadikan kemampuan tersebut tetap penting bagi pesepak bola.

Septian David Maulana yang turut membawa timnas U-19 memenangi Piala AFF U-19 2013 ini menyambut positif dengan kegiatan Youth Fun Juggling Competition yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama PSSI. Menurut dia, kompetisi itu akan memunculkan pemain bertalenta yang terpantau sejak usia dini. Pasalnya, kompetisi juggling diikuti pesepak bola muda usia 12-16 tahun.

“Banyak potensi yang tergali dari kompetisi ini. Pemain usia muda juga terasah kemampuannya,” ucap mantan pemain Mitra Kukar ini.

Kompetisi juggling di Sragen juga digelar di beberapa kota, termasuk Surabaya. Ini sekaligus menutup serangkaian kompetisi yang dilaksanakan 36 kota di enam provinsi.

Angin Segar di Tengah Vakum Kompetisi

Menpora Zainudin Amali sendiri mengatakan acara ini menjadi angin segar di tengah vakumnya kompetisi di tanah air. Kompetisi ini juga menyambut perhelatan Piala Dunia U-20 2021. Menpora berharap kegiatan tersebut menggugah masyarakat kota penyelenggara Piala Dunia.

“Ini juga menjadi pengisi waktu buat anak-anak yang punya keinginan minat bakat di sepak bola. Tetapi dengan situasi pandemi sekarang ini belum bisa melakukan latihan di lapangan,” kata Menpora.

“Kita gairahkan sepak bola lewat acara ini untuk mengisi kekosongan. Pemerintah dan PSSI bersinergi serta bersama-sama untuk membangun sepak bola di Tanah Air,” ujar dia lagi.

Kompetisi juggling di Sragen yang berlangsung di GOR Diponegoro diikuti lima SSB, KFC Karangmalang, Barreti Soccer Academy, IM Sragen, Putra Sukowati dan Bintang Pelajar. Masing-masing SSB mengirimkan enam wakil untuk mengikuti kompetisi. Pemenang dari kompetisi ini ditentukan berdasar waktu paling lama seorang peserta bisa melakukan juggling dengan bola.

Tampil sebagai pemenang Rizqulloh yang mencatat waktu terlama, yaitu lima menit delapan detik. Pelajar dari SMPN 1 Sragen ini gagal bertahan lebih lama saat hendak beraksi memutar kaki saat memainkan bola.

“Sebetulnya saya bisa melakukannya lebih lama lagi. Setelah diberitahu kalau mencatat waktu paling lama, saya mencoba sedikit beraksi tetapi gagal,” kata Rizqulloh yang pernah melakuan juggling selama 10 menit saat berlatih di rumah.*

Artikulli paraprakTidak Ada Istirahat bagi Shin Tae-yong dan Timnas U-19
Artikulli tjetërMenyambut Natal, PSS Kunjungi Panti Sayap Ibu Kalasan, Sleman