Striker Juventus Alvaro Morata (kanan) dkk merayakan gol. (Foto: eurosport.co.uk)

OLENAS.ID – Duel seru Inter Milan melawan Juventus di kompetisi Serie A Italia di Stadion San Siro,  Senin (18/1/2021) dini hari WIB. Laga besar bertajuk Derby d’Italia itu memberi kesempatan kepada dua klub raksasa itu memburu pimpinan klasemen AC Milan.

Inter yang menduduki peringkat dua berambisi mengejar AC Milan yang juga rival satu kota. Saat ini, Inter yang memiliki poin 37 hanya terpaut tiga poin dari Milan.

Kemenangan atas Juve dalam Derby d’Italia setidaknya bisa menyamai poin Rossoneri dan belum bisa merebut posisi puncak karena mereka kalah head to head. Pada duel pertama Derby della Madonnina, Inter Milan dipaksa menyerah 2-1 oleh Milan.

Beruntung, Inter mendapat hasil positif pada pertandingan terakhir di ajang Coppa Italia. Tim asuhan Antonio Conte berhasil menyingkirkan Fiorentina pada 16 besar sekaligus mengamankan tiket ke perempat final. Kemenangan yang mestinya dapat menjadi penyuntik semangat Inter untuk menghadapi seteru beratnya.

Juve Menaruh Harapan

Di sisi lain, Juve juga menaruh harapan pada duel melawan Inter untuk memangkas jarak poin dengan Milan. Meski pernah mengalahkan Zlatan Ibrahimovic dkk 3-1, namun Juve yang menduduki peringkat empat masih terpaut tujuh poin dari Milan.

Juventus sesungguhnya telah kembali ke jalur kemenangan usai dipermalukan Fiorentina 3-0 di kandang sendiri di Allianz, Desember silam. Setelah laga tersebut, pasukan Andrea Pirlo mencatatkan tiga kemenangan beruntun di liga.

Mereka juga mendapat suntikan moral setelah menyingkirkan Genoa di Coppa Italia. Di laga itu, Bianconeri menang 3-2 lewat perpanjangan waktu. Usai berlaga di turnamen, kini mereka fokus pada Derby d’Italia.

“Laga di hari Minggu memang istimewa. Anda bisa merasakannya dibandingkan pertandingan lain. Pasalnya dua tim terbaik di Italia yang akan bertanding,” kata striker Juve Alvaro Morata seperti dilansir Football Italia.

Hanya, Morata tak menganggap remeh Inter. Menurut dia duet lini depan Nerazzurri, Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku, patus diwaspadai barisan pertahanan Juve. Lukaku disebut pemain pinjaman Atletico Madrid ini sebagai striker yang sulit dihentikan.

“Mereka pemain yang fantastis. Lautaro pemain serbabisa. Dia tidak seperti pemain no 9. Lukaku merupakan salah satu striker terbaik di dunia. Dia punya segalanya,” ucap Morata lagi.

“Kami akan berusaha menghentikan mereka. Anda tahu bila Lukaku ingin sesuatu, Anda tak bisa menghentikannya,” kata penyerang Spanyol ini.*