Dirut PT PSS, Marco Gracia Paulo bersama pemain PSS. (Dok. PSS)

OLENAS. ID – PS Sleman memberikan sejumlah usulan saat berlangsung pertemuan virtual klub Liga 1 dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB), Jumat (15/1/2021) lalu. Dalam Owner’s Meeting itu PSS menyatkaan bahwa kompetisi musim 2020 sudah tidak layak untuk dilanjutkan.

Dalam usulan yang disampaikan oleh Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada, Marco Gracia Paulo dijelaskan secara rinci persiapan yang harus dijalani, baik dari pihak klub, operator liga, maupun federasi.

Ia menekankan bahwa Januari dan Februari adalah masa-masa genting dimana PSSI harus mengamankan izin penyelenggaraan liga dari pihak kepolisian. Sebab saat ini, Polri bakal memiliki pemimpin baru setelah diajukannya calon tunggal untuk menggantikan pucuk pimpinan Polri ialah Kepala Bareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo.

“Dalam waktu yang bersamaan klub-klub bisa mempersiapkan diri untuk melakukan konsolidasi internal,” kata Marco dalam penjelasannya, Minggu (17/1/2020).

PSS mengusulkan adanya turnamen pramusim pada Maret hingga April 2021 sebagai ajang pemanasan tim-tim Liga 1 sebelum berkompetisi secara reguler. Turnamen ini bisa menjadi angin segar bagi semua pemain Liga Indonesia.

Selain sebagai persiapan, tim-tim juga bisa mendapat pemasukan setelah mengalami krisis finansial sejak akhir Maret lalu. Termasuk juga bagi pemain, yang harus menerima pemotongan gaji sebesar 75% efek penundaan kompetisi 2020.

“Entah dari PT LIB atau klub-klub dibebaskan untuk menggelar turnamen lokal. Namun ini sifatnya tidak perlu diwajibkan,” kata Marco.

Sementara itu, untuk penyelenggaraan  musim 2021, Marco mengusulkan bahwa sebaiknya liga digelar mulai Mei atau Juni hingga Desember 2021. Dalam rentang waktu itu, liga tak bisa digelar dengan sistem kompetisi penuh.

“Kami menyarankan bahwa liga digelar dengan format dua wilayah, atau bisa jadi PSSI dan PT LIB memiliki opsi yang lebih baik,” kata Marco.

Menurutnya, jika digulirkan dalam format kompetisi penuh, dengan waktu hanya 7 bulan, kasihan pemain“Namun, intinya kami sarankan tidak menggulirkan kompetisi penuh. Sebab, jika tujuh bulan, pemain akan kerepotan karena ada kemungkinan pemain cedera akibat jadwal yang terlalu mepet.” ***

Artikulli paraprakInter Milan dan Juventus Buru AC Milan di Derby d’Italia
Artikulli tjetërMan United Gagal Kalahkan Liverpool, Solskjaer Tak Perlu Kecewa