Chelsea resmi memecat manajer Frank Lampard. (Foto: olenas.id/thesun.co.uk)

OLENAS.ID – Chelsea memecat manajer Frank Lampard! Pencapaian dan performa buruk The Blues yang mengakibatkan tim tertahan di peringkat 9 klasemen Liga Premier Inggris berujung pada diberhentikannya Lampard setelah 18 belum berada di Stamford Bridge. Dia digantikan Thomas Tuchel yang menganggur setelah dipecat Paris Saint-Germain.

Lampard dipecat kurang dari 48 jam setelah Chelsea menang 3-1 Luton Town yang membawa tim lolos ke babak ke-5 Piala FA, Minggu (24/1/2021). Mantan bintang Chelsea ini menjadi manajer ke-12 yang diberhentikan sejak klub London Barat itu dibeli miliuner Rusia Roman Abramovich pada 2003.

Meski menang di Piala FA, namun itu tak mengurungkan rencana klub memberhentikan Lampard, top scorer sepanjang sejarah Chelsea. Ini tak terlepas dengan hasil buruk juara Liga Champions 1992 setelah kalah lima kali dalam delapan pertandingan liga.

Pencapaian itu tak sebanding dengan dana besar yang dikeluarkan klub untuk memboyong Timo Werner, Kai Havertz, Ben Chilwell, Hakim Ziyech dan kiper Edouard Mendy. Lampard yang mengantarkan Chelsea finis empat besar dan masuk  final Piala FA dalam debutnya pada musim 2019-2020 tidak berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik dari skuadnya musim ini. Padahal klub sudah mengeluarkan lebih dari 220 juta poundsterling untuk membeli deretan pemain mahal.

“Ini keputusan yang sangat sulit bagi klub, paling tidak karena saya memiliki hubungan pribadi yang sangat baik dengan Frank. Saya sangat menghormati dia,” kata Abramovich seperti dikutip The Sun.

“Dia sosok yang memiliki integritas dan etos kerja tertinggi. Namun, dalam situasi saat ini kami percaya bahwa yang terbaik adalah mengganti manajer,” ujar dia melanjutkan.

“Atas nama klub, dewan dan secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih kepada Frank dan berharap dia meraih sukses di masa depan,” ucapnya.

Abramovich sesungguhnya masih memberi kesempatan kepada Lampard meski sang manajer sudah mendapat tekanan sejak awal Januari. Hubungan baik mereka dan status Lampard sebagai ikon klub serta top scorer menjadikan Abramovich tak segera memecatnya.

Namun Lampard gagal mengangkat performa tim. Bahkan dia mencatat rekor terburuk sepanjang sejarah klub sejak dikuasai Abramovich karena hanya meraup tujuh poin dari delapan pertandingan terakhir.

“Dia adalah ikon penting klub besar ini. Status dia tak tergantikan. Dia tetap akan disambut hangat saat kembali ke Stamford Bridge,” tutur Abrahmovich lagi.

Hanya langkah bos Chelsea dinilai terlalu cepat. Dan itu sudah menjadi kebiasaan Abramovich yang seenaknya memecat manajer bila performa tim memburuk. Pemain legendaris Inggris Gary Lineker mengecam kebiasaan sang bos. Apalagi ini bukan yang pertama dia memecat manajer. Bahkan manajer sekelas Carlo Ancelotti diberhentikan lewat telepon tak lama setelah dia keluar dari ruang konferensi pers.

“Kabarnya Frank Lampard akan dipecat oleh Chelsea hari ini,” kata mantan pemain timnas Inggris Gary Lineker via Twitter sesaat sebelum pengumuman Abramovich itu. “Sungguh benar menggelikan setelah dia baru mengalami penampilan buruknya.”

“Sesungguhnya tim selalu butuh waktu mengingat begitu banyak pemain baru yang harus menyesuaikan dengan klub baru. Kesabaran sudah jarang ditunjukkan dalam olahraga ini. Mereka tidak pernah belajar.”

Lampard Minim Pengalaman

Lampard yang memenangkan tiga gelar Liga Premier Inggris dan Liga Champions saat menjadi pemain mulai menangani tim pada 2019. Pria berusia 42 ini sesungguhnya minim pengalaman karena sebelumnya hanya menangani klub Divisi Championship Derby County.

Namun dia menyelesaikan debut dengan hasil memuaskan. Chelsea yang dikenai sanksi dilarang melakukan transfer pemain sehingga harus mempertahankan skuat yang ada bisa membawa tim ke peringkat empat. Chelsea pun kembali berlaga di Liga Champions. Tak hanya itu, tim juga lolos ke final Piala FA. Bahkan eks kapten Manchester United yang kemudian menjadi pundit sepak bola Roy Keane menilai pencapaian dan kinerja Lampard justru lebih baik ketimbang Ole Gunnar Solskjaer yang mengarsiteki The Red Devils.

Saat berganti musim, Chelsea yang sudah lepas sanksi dan bisa melakukan pembelian pemain pun memperkuat skuat. Bila klub-klub lain memilih menghemat keuangan karena pandemi Covid-19, Chelsea justru mendatangkan banyak pemain.

Kinerja Lampard pun cukup meyakinkan. Tim tak terkalahkan selama 17 pertandingan di berbagai kompetisi. Mereka lolos ke babak gugur Liga Champions sebagai juara grup dan menduduki urutan ketiga dalam klasemen liga.

Namun performa Chelsea mulai keteteran pertengahan Desember lalu sehingga turun peringkat setelah cuma bisa memetik dua kemenangan dari delapan pertandingan liga terakhirnya. Puncaknya  Chelsea dihajar Leicester City 2-0, Selasa pekan lalu.

Lampard juga kesulitan memicu kinerja terbaik Werner. Sementara Havertz, koleganya di timnas Jerman yang berharga 71 juta poundsterling ini kesulitan tampil bagus di Inggris, terutama setelah terpapar Covid-19. Chelsea pun menempati urutan sembilan dengan 29 poin dari 19 pertandingan atau 11 poin di bawah pemuncak klasemen Man United

Dia akhirnya dipecat. Posisinya digantikan Tuchel. Chelsea akan memberikan kontrak berdurasi satu setengah tahun. Selanjutnya, dia mendapat opsi perpanjangan sampai 12 bulan. Pria asal Jerman ini akan melakukan debut saat Chelsea menghadapi Wolverhampton Wanderers, Rabu ini.*

Artikulli paraprakCerita di Balik Free Kick Fernandes Saat Man United Singkirkan Liverpool
Artikulli tjetërKongres Tahunan PSSI 29 Mei 2021