Gelandang PS Sleman Irfan Bachdim. (Foto: olenas,id/PS Sleman)

OLENAS.ID – Persiapan singkat tak mengurangi keyakinan PS Sleman menghadapi Piala Menpora 2021. Bintang PSS Irfan Bachdim optimistis tim mampu bersaing di turnamen pramusim tersebut.

PSS memang melakukan persiapan pendek. Bahkan pelatih Dejan Antonic masih belum bergabung. Namun tidak hanya PSS, tetapi semua tim Liga 1 yang berlaga di Piala Menpora pun tidak melakukan persiapan panjang.

“Tapi kami harus melihat game by game. Kami juga harus bermain pada tiap match seperti bermain di babak final. Kami mudah-mudahan juga meraih hasil terbaik di turnamen ini,” kata Irfan, dikutip dari laman resmi klub, Minggu (14/3/2021).

Tetapi saya percaya sudah punya pondasi yang kuat karena sudah cukup rutin berlatih

Suami Jennifer Jasmin Kurniawan itu mengaku sudah membekali diri dengan latihan rutin selama kompetisi mengalami kevakuman. Menurut eks pemain Bali United ini selama satu tahun, kompetisi sepak bola di Indonesia berhenti akibat adanya pandemi Covid-19 berimplikasi pada kegiatan insan sepak bola secara berkelompok.

Kondisi itu membuat adanya perbedaan ketika kembali berlatih bersama tim. “Saya selalu berlatih untuk menjaga kebugaran tubuh. Kami adalah atlet profesional dan harus tetap fit dan siap. Tentu saja rasanya tetap berbeda jika dibandingkan saat latihan bersama tim,” ujar dia.

“Tetapi saya percaya sudah punya pondasi yang kuat karena sudah cukup rutin berlatih,” tutur pemain berusia 32 itu melanjutkan.

Bachdim bergabung dengan PSS setelah meninggalkan Bali United pada 2019. Pemain tim nasional ini baru tiga kali bermain bersama PSS sebelum kompetisi dihentikan. Bachdim melakoni tiga laga awal, yakni dua tandang melawan PSM Makassar dan Persib Bandung, serta laga kandang saat tim menjamu PS Tira Persikabo.

Kini, setelah menyelesaikan penandatanganan kontrak perpanjangannya bersama PSS, mantan anak didik Timo Scheunemann itu mengungkapkan motivasinya yang lebih untuk bermain lagi.

“Tugas saya belum selesai di PSS. Karena pandemi, saya tidak bisa menunjukkan kualitas kepada tim. Saya mau tunjukkan etika kerja kepada semuanya. Dan juga ingin bantu tim untuk melangkah lebih jauh,” kata dia.*