Gelandang Manchester City Riyad Mahrez (kanan) merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Paris Saint-Germain di Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Kamis (29/4/2021) dini hari WIB. (Foto: Twitter/ChampionsLeague)

OLENAS.ID – Manchester City memiliki modal bagus melangkah ke final Liga Champions untuk kali pertama setelah mengalahkan Paris Saint-Germain 2-1 pada semifinal pertama di Stadion Parc des Princes, Paris, Kamis (29/4/2021) dini hari WIB. Hanya, PSG menolak menyerah dan optimistis membalikkan keadaan pada laga kedua di kandang Man City.

PSG belum habis. Namun, raksasa Ligue 1 Prancis ini harus bekerja keras karena kebobolan dua gol di kandang sendiri. Ini berarti, PSG harus menang minimal 2-0 pada laga kedua di Stadion Etihad, Rabu (5/5/2021) dini hari WIB.

Jelas bukan perkara gampang bagi finalis Liga Champions 2020. Apalagi, PSG berlaga di kandang lawan yang juga berambisi merengkuh trofi kuping lebar untuk kali pertama.

Harus diakui kami sedikit tertekan. Tetapi dalam sepak bola Anda perlu untuk mencoba

Man City pun hanya butuh imbang untuk melaju ke final. Bahkan kekalahan 1-0 pun tak mempengaruhi langkah klub Liga Premier Inggris ini.

Pasalnya dengan agregat 2-2, mereka tetap lolos untuk bertemu Chelsea atau Real Madrid, karena mampu mencetak lebih banyak gol di laga tandang. Ini menjadikan Man City punya modal bagus menuju final.

“Di sepak bola, Anda butuh keyakinan,” kata pelatih PSG Mauricio Pochettino saat menanggapi kekalahan timnya di kandang sendiri.

“Kami akan menyambangi mereka dalam enam hari ke depan. Kami harus mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Harus diakui kami sedikit tertekan. Tetapi dalam sepak bola Anda perlu untuk mencoba,” ucap dia.

Awali dengan Baik

Di laga tersebut, PSG sesungguhnya mengawali dengan baik. Bertindak sebagai tuan rumah, mereka unggul lebih dulu lewat sundulan Marquinhos di menit 15.

Namun The Cityzens berhasil bangkit di babak kedua. Mereka menyamakan kedudukan saat Kevin De Bruyne mencetak gol menit 64. Dirinya menyambut bola dari sepak pojok Oleksandr Zinchenko.

Kapten Manchester City Kevin de Bruyne (kanan) melepaskan tendangan salto saat melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Kamis (29/4/2021) dini hari WIB. (Foto: Twitter/ChampionsLeague)

Man City tak butuh lama untuk membalikkan keadaan. Hanya berselang lima menit, giliran Riyad Mahrez yang menaklukkan kiper Keylor Navas.

Dalam posisi tertinggal, PSG justru kehilangan seorang pemain. Gelandang Idrissa Gueye mendapatkan kartu merah langsung karena tekel sembrono terhadap Ilkay Gundogan pada menit 77. Tidak ada gol yang tercipta dan Man City menutup laga dengan keunggulan 2-1.

“Kami kecewa dengan dua gol itu. Sulit diterima ini bisa terjadi di pertandingan semifinal. Ini sungguh menyakitkan,” kata Pochettino.

“Di babak pertama, kami bermain bagus dan menciptakan banyak peluang. Kami pantas unggul. Tetapi di babak kedua, mereka bermain lebih baik dan konsisten. Sulit bagi kami untuk menghadapinya. Mereka juga lebih agresif secara fisik,” ujar dia.

Menurut Pochettino dua gol Man City sesungguhnya tercipta secara kebetulan. Meski demikian, dia mengakui tim lawan memiliki banyak peluang ketimbang PSG di babak kedua.

Kini, PSG harus habis-habisan di semifinal kedua. Peluang tetap ada, namun Man City lebih diuntungkan.*