kapten-mu-maguire-diadili-atas-dugaan-penyerangan-pada-polisi
Kapten Manchester United Harry Maguire. (Foto: olenas.id/antaranews.com)

OLENAS.ID – Manchester United kembali gagal meraih titel Liga Premier Inggris. Kali ini, MU kalah bersaing dengan rival satu kota, Manchester City yang telah mengukuhkan juara meski kompetisi belum berakhir. Kapten MU Harry Maguire menyalahkan kompetisi yang digelar tanpa penonton. Tanpa kehadiran suporter, MU seperti kelimpungan, terutama saat berlaga di kandang sendiri di Old Trafford.

Maguire meyakini perjalanan MU pasti akan berbeda sepanjang musim ini jika suporter diizinkan masuk stadion. Sayangnya laga dengan kehadiran penonton baru bisa diberlakukan menjelang akhir liga. Tercatat, sebanyak 10 ribu kursi di tribun Old Trafford diperbolehkan diisi suporter ketika MU menjamu Fulham dalam lanjutan Liga Premier di Stadion Old Trafford, Rabu dini hari nanti.

Maguirre menyambut gembira kembalinya penonton masuk Old Trafford untuk pertama kali dalam 14 bulan terakhir. Sebelumnya, kompetisi tak bisa menghadirkan penonton karena pandemi Covid-19.

Anda bisa melihat kepada statistik soal pengaruh suporter. Saat Old Trafford terisi penuh, ini memberi kami dukungan sekaligus intimidasi kepada tim lawan

“Ada beberapa pertandingan yang sepertinya sangat membutuhkan kehadiran mereka. Harus diakui, terlalu sering kami bermain imbang musim ini. Bahkan kami keseringan bermain 0-0,” kata Maguire dalam laman MU.

“Apakah kehadiran suporter yang memantik semangat dan memicu perubahan momentum akan membuat kami menang? Anda tidak akan pernah tahu. Tapi kami tak sabar menyambut mereka kembali,” ujar eks bek Leicester City yang absen di laga itu karena masih cedera pergelangan kaki.

MU Tak Mengecewakan Musim Ini

Catatan MU musim ini sesungguhnya tak mengecewakan. Bruno Fernandes dkk tampil bagus di laga tandang. Bahkan mereka tak terkalahkan dalam 25 pertandingan berturut-turut sejak musim lalu.

Hanya, pencapaian itu berbanding terbalik saat The Red Devils bermain di Old Trafford. Mereka hanya menang sembilan kali, tiga kali imbang dan enam kali kalah dalam 18 pertandingan kandang. Termasuk dua laga terakhir saat melawan Leicester dan Liverpool.

“Anda bisa melihat kepada statistik soal pengaruh suporter. Saat Old Trafford terisi penuh, ini memberi kami dukungan sekaligus intimidasi kepada tim lawan. Ini jelas akan membuat perbedaan,” kata Maguire.

“Suporter jelas membantu perubahan momentum pertandingan,” ujar bek tengah tim nasional Inggris ini melanjutkan.

Kegagalan musim ini menjadikan MU belum pernah kembali merengkuh titel liga sejak ditinggalkan manajer legendaris Sir Alex Ferguson. Meski demikian, musim ini dinilai sebagai salah satu musim terbaik tanpa Ferguson.

Pasalnya, pasukan Ole Gunnar Solskjaer mampu mengunci tiket Liga Champions dan final Liga Europa melawan Villarreal. Padahal, MU tak diunggulkan musim ini.*
Artikulli paraprak10 Tahun di Man City, Guardiola Tak Janjikan Laga Perpisahan untuk Aguero
Artikulli tjetërUji Coba Lawan Oman, Pelatih Shin Fokus Fisik Pemain Timnas