Petinju Manny Pacquiao (kiri) khawatirkan perbedaan usia dengan lawannya Errol Spence Jr. (Foto: olenas.id/istimewa)

OLENAS.ID –  Sebagai wartawan olahraga yang lebih banyak mengurusi liputan tinju, saya bersyukur pernah meliput pertarungan Manny Pacquiao. Peristiwa yang sudah sangat lama, saat Pacquiao menghadapi Jorge Eliecer Julio di Pyramid Arena Memphis, Amerika Serikat, 8 Juni 2002.

Saat itu adalah penampilan ketiga Pacquiao di tanah Amerika. Dia mempertahankan gelar juara kelas bantam super IBF, dan menjadi salah satu partai tambahan duel Lennox Lewis vs Mike Tyson.

Pacquiao belum ngetop saat itu. Dirinya belum terlalu menjadi pusat perhatian, bahkan untuk publik Filipina. Ada dua wartawan Filipina yang meliput laga Pacquiao vs Julio. Mereka adalah Nick Giongco yang datang langsung dari Manila dan Homer Sayson, yang tinggal di Chicago, namun dia menulis untuk media di negeri asalnya.

Sejak itu saya mulai berkorespondensi dengan kedua orang itu, terutama Giongco yang mengikuti perkembangan Pacquiao dari hari ke hari hingga detik ini.

Menjelang pertarungan Pacquiao vs Errol Spence Jr yang kemungkinan digelar di MGM Grand Arena, Las Vegas pada 21 Agustus mendatang, saya kembali rutin berkorespondensi dengan Giongco yang memang sangat dekat dengan sang bintang tinju tersebut.

“Manny masih di Manila. Pekan kedua Juli dia baru akan berlatih di Amerika. Itu yang dia bilang soal rencana latihannya,” ujar Giongco.

Giongco mengatakan kalau terakhir kali bertemu dengan Pacquiao pada Sabtu 5 Juni lalu. Sang petinju masih disibukkan dengan kegiatannya sebagai politikus, plus urusan pandemi covid 19 yang belum mereda di Filipina.

“Penanganan pandemi covid di Indonesia masih lebih baik dibandingkan di Filipina. Di sini berjalan lambat sekali, program vaksinasi tidak selancar di negara Anda,” kata Giongco lagi kepada saya.

Perbedaan Usia 11 Tahun

Kembali ke soal persiapan Pacquiao untuk pertarungannya mendatang. Apakah lantas kesiapan juara tinju di delapan kelas berbeda itu untuk melawan Spence Jr diabaikan?

Pacquiao selalu serius menghadapi sebuah pertandingan. Fisiknya selalu terjaga karena dia mengaku kecanduan olahraga.

“Saya ini orang yang kecanduan latihan dan olahraga. Bahkan saat tidak ada jadwal pertandingan pun saya rutin menjaga kondisi,” kata Pacquiao dalam wawancara dengan Men’s Health.

Soal teknik dan mental, kemampuan Pacquiao tak perlu diragukan. Namun soal fisik bisa menjadi hambatan, mengingat usia Pacquiao yang 42 tahun.

Pacquiao sendiri mengakui kepada Giongco bahwa yang menjadi fokus saat menghadapi Spence Jr adalah mengatasi perbedaan usia. Ada perbedaan usia 11 tahun di antara mereka.

Soal lain, Pacquiao tidak khawatir. Masalah tinggi  badan yang berselisih 10 cm bukan persoalan bagi Pacquiao yang sering menghadapi petinju lebih jangkung seperti Oscar De La Hoya, Chris Algieri, Antonio Margarito, dan banyak lagi. Reputasi Spence Jr sebagai pencetak rekor KO juga tak menjadikan Pacman khawatir.

“Pukulan keras itu kalau kena, kalau tidak kena ya tidak bisa disebut keras. Perhatian utama saya terhadap Spence adalah usianya yang lebih muda, soal lain tidak. Tidak ada kekhawatiran saya selain soal usia,” ujar Pacquiao seperti dituturkan Giongco.

Pacquiao saat ini sedang dalam tahap menyelesaikan sesi pertama latihannya. Latihan itu dipusatkan di rumah Pacquiao yang megah di kawasan Forbes Park Makati, Manila. Sesi kedua persiapannya akan dituntaskan di Wild Card Boxing Club Hollywood, Los Angeles, di bawah arahan pelatih Freddie Roach.

Spence yang lebih muda dan bugar memang diunggulkan. Pacquiao sudah uzur dan vakum sejak mengalahkan Keith Thurman dua tahun lalu. Tetapi menurut Algieri yang dikalahkan Pacquiao hampir enam tahun lalu, jagoan tua itu sangat bisa membuat kejutan.

“Saya tidak pernah meremehkan Manny. Dia bisa meng-KO lawan dengan satu pukulan, dia cepat dan membingungkan. Manny selalu membuat jebakan, mengacaukan ritme lawan. Dia yang terbaik dalam mengubah irama pertarungan,” kata Algieri, yang kini aktif sebagai komentator televisi.

Jika saya berkesempatan meliput langsung penampilan Pacquiao yang ketiga di tanah Amerika, maka laga melawan Spence Jr akan menjadi aksi ke-30 Pacman di sana.*

Artikulli paraprakTinju Tak Bisa Terlalu Lama Menunggu
Artikulli tjetërItalia Impresif di Euro 2020, Ini Jawaban Roberto Mancini