Pemain Arema FC sedang menjalani latihan. (Foto: Olenas.id/Arema FC)

OLENAS.ID РDualisme klub yang menjadi polemik di Aremania segera berakhir. Presiden klub Arema FC, Gilang Widya Pramana ingin segera menyelesaikan isu dualisme dengan membeli Arema Indonesia.

Ini menjadi langkah kongkret yang ditawarkan Gilang. Menurut dia penggabungan dua aktivitas pengelolaan sepakbola bisa dilakukan dengan cara membeli Arema Indonesia yang saat ini berkompetisi di Liga 3 Regional Jatim.

“Kami membuka diri dan mengajak bersama agar Arema Indonesia menjadi kesatuan besar klub yang dibanggakan Aremania. Langkah ini bisa ditempuh untuk menyelamatkan Arema dari dualisme seperti diinginkan Aremania,” ujar Gilang dalam keterangan resmi klub.

Ini itikad baik dan kami merasa ini jalan yang paling tepat untuk menyatukan Arema dengan cara menjadi satu pengelolaan

Setelah langkah pembelian itu, lanjut Gilang, akan lebih mudah pula pihaknya dalam berkoordinasi dengan banyak pihak yang menjadi stake holder klub, termasuk pihak Yayasan Arema.

“Ini itikad baik dan kami merasa ini jalan yang paling tepat untuk menyatukan Arema dengan cara menjadi satu pengelolaan,” ujar dia.

Menurut Gilang, Arema Indonesia akan dijadikan bagian penting sebagai klub yang akan mencetak pemain-pemain muda Arema. Mereka mendapat kesempatan menambah jam terbang pertandingan dengan berkompetisi di Liga 3.

“Kompetisi Liga 3 menjadi area menambah jam terbang bagi pemain pemain muda dalam meniti karier di sepakbola. Apalagi ada momentum akan mendekati kompetisi Liga 3 akan digelar,” kata Gilang menambahkan.

Gilang menuturkan inisiatif ini murni datang dari dirinya. Ini untuk menanggapi keinginan Aremania yang berharap ada langkah kongkret demi mengakhiri dualisme. Gilang berharap dukungan semua pihak untuk mewujudkan rencana tersebut.

“Kami berharap mendapatkan banyak dukungan dan masukan agar langkah ini bisa cepat terwujud. Kami mengetuk hati banyak pihak agar sungguh sungguh bersama melangkah demi Arema berprestasi dan Aremania bersatu kembali,” ucapnya memungkasi.*

Artikulli paraprakSoal Pilih Pelatih, Ini Beda Fury dan Wilder
Artikulli tjet√ęrSampai di Mana Batas Naoya Inoue?