Petinju Jepang Naoya Inoue (kiri) saat bertarung menghadapi Nonito Donaire (Filipina) di Saitama, Jepang pada 7 November 2019. Inoue menang angka mutlak 12 ronde dan menjadi juara kelas bantam super WBA/IBF. (Olenas.id/Boxing Scene)

OLENAS.ID – Setelah pergelaran tinju profesional kembali marak awal tahun ini, salah satu sosok yang paling membetot perhatian adalah Naoya Inoue. Petinju asal Jepang berusia 28 tahun ini menjadi sensasi baru berkat kemenangan-kemenangan KO yang spektakuler.

Terakhir, petinju berjuluk The Monster ini meng-KO Michael Dasmarinas, lawannya asal Filipina, hanya dalam tiga ronde. Duel mereka merupakan perebutan gelar kelas bantam (53 kg) versi WBA dan IBF yang digelar di Las Vegas, Sabtu 19 Juni 2021.

Kelas bantam merupakan divisi ketiga yang sukses dijuarai Inoue. Sebelumnya, The Monster menjuarai kelas terbang yunior (49 kg) dan terbang super (52 kg).

Meski mencatat prestasi fenomenal, namun Inoue bukan petinju Jepang pertama yang menjuarai tiga kelas berbeda. Sebelum dia eksis, sudah ada Hozumi Hazegawa sebagai petinju Jepang pertama yang menjuarai tiga kelas berbeda.

Selanjutnya ada Akira Yaegashi. Selain itu ada Kosei Tanaka yang prestasinya tidak kalah cemerlang. Dirinya tidak hanya menjadi juara di tiga kelas berbeda juga petinju yang hanya butuh waktu tersingkat untuk menjadi juara.

Tanaka sudah menjadi juara dunia dalam pertarungan profesional yang kelima. Rekor itu hanya disaingi Vasyli Lomachenko, yang menjadi juara dunia dalam penampilan ketiga di ring tinju pro.

Inoue juga belum menyamai catatan Kazuto Ioka, petinju Jepang pertama yang menjuarai gelar dunia di empat kelas berbeda. Namun Inoue punya peluang untuk menyamai prestasi Ioka.

Hanya, Inoue punya segalanya untuk menjadi superstar. Penampilan fisik yang oke, gaya tinju yang enak ditonton, pukulan keras yang sudah memakan 18 korban KO dari 21 kali laga Rekor bertinjunya pun sungguh gemilang, tak pernah kalah 21-0 (18 KO). Dan, jangan lupa, promosi hebat karena dia di bawah Top Rank milik promotor Bob Arum, serta publikasi yang luas karena dia mulai sering tampil di Amerika Serikat.

Pondasi Kuat

Dari Jepang, Inoue juga mendapat dukungan pondasi yang kuat. Produsen piranti olahraga Mizuno, saat ini menjadi sponsor utamanya. Inoue juga punya komitmen dengan manajernya Hideyuki Ohashi untuk mencari lawan-lawan berkualitas, bukan ayam sayur.

Di luar tinju, Inoue juga paham benar cara mendongkrak popularitas. Beruntung dia bukanlah sosok yang canggung saat berhadapan dengan kamera. Jadilah Inoue muncul dalam berbagai acara televisi, yang otomatis membuatnya makin dikenal.

Saya perkirakan Inoue mampu menyaingi prestasi Manny Pacquiao, satu-satunya petinju yang berkiprah di delapan kelas berbeda. Sekali lagi, Inoue punya segala yang dia perlukan untuk menjadi bintang: tekad, teknik, fisik, manajemen, dan sistem yang rapi dalam mendukung kariernya.

Dalam sebuah artikel di The Ring Magazine, Inoue pernah berkata, “Cita-cita saya dalam tinju adalah memenangkan banyak gelar di berbagai kelas yang berbeda, serta mempertahankannya selama mungkin.” *

Artikulli paraprakAkhiri Dualisme, Arema FC Ingin Beli Arema Indonesia
Artikulli tjetërPS Sleman Siapkan Tiga Uji Coba Sebelum Liga 1