Kapten tim nasional Spanyol Serio Busquets (kanan) merayakan gol saat melawan Slovakia di Euro 2020. (Foto: Olenas.id/Twitter/EURO2020)

OLENAS.ID – Spanyol lolos dari lubang jarum setelah mengakhiri babak penyisihan grup Euro 2020 dengan kemenangan besar. Spanyol menghajar Slovakia 5-0 yang membawa mereka mencetak rekor sekaligus lolos ke 16 besar. Lawan Spanyol di babak tersebut tidak kalah tangguh, Kroasia. Finalis yang kemudian menjadi runners-up Piala Dunia 2018.

Spanyol dalam situasi kritis saat menghadapi Slovakia pertandingan Grup E di Stadion La Cartuja, Rabu (23/6/20210 malam WIB. Hasil imbang saat melawan Swedia (0-0) dan Polandia (1-1) menjadikan La Furia Roja harus bekerja keras di laga pamungkas.

Bila gagal menang, nasib Spanyol bakal bergantung pada pertandingan lain. Bila Polandia mampu menang atas Swedia, maka mereka dipastikan tersingkir.

Kami ingin kembali bermain seperti itu. Kemenangan tersebut mengangkat moral dan kepercayaan diri pemain

Beban harus menang menjadikan pasukan Luis Enrique tak bisa bermain lepas pada menit-menit awal. Bahkan hadiah penalti yang memberi peluang untuk unggul saat laga baru berjalan 12 menit gagal dimanfaatkan striker Alvaro Morata. Sepakan pemain Juventus ini bisa ditepis kiper Martin Dubravka.

Hanya Dubravka kemudian melakukan blunder. Kesalahan yang dilakukan berujung gol bunuh diri di menit 30. Setelah gol itu, Spanyol tak terbendung. Bek Aymeric Laporte memperbesar keunggulan pada injury time babak pertama.

Selanjutnya, Pablo Sarabia dan Ferran Torres menjadikan juara Euro tiga kali ini unggul 4-0. Gol bunuh diri kedua dari Slovakia yang dilakukan Juraj Kucka menutup kemenangan Spanyol menjadi 5-0.

Kiper Slovakia Martin Dubravka melakukan blunder saat menghadapi Spanyol di Euro 2020. (Foto: Olenas.id/Twitter/EURO2020)

Keberhasilan memborong lima gol menjadikan Spanyol menyamai rekor gol di Piala Eropa. Spanyol menjadi tim kelima yang menang dengan margin lima gol. Sebelumnya, Prancis menang 5-0 atas Belgia di Euro 1984. Sukses Prancis diikuti Denmark yang menghajar Yugoslavia dengan skor sama.

Yugoslavia tercatat sebagai untuk kedua kalinya menelan kekalahan dengan margin lima gol setelah dihajar Belanda 6-1 di Euro 2000. Selanjutnya, Swedia membantai Bulgaria di Euro 2004. Terakhir Spanyol yang melakukannya saat bermain di hadapan pendukung sendiri di Sevilla.

Dongkrak Moral Pemain

Spanyol pun menjadi runners-up Grup E. Sedangkan Swedia tampil sebagai juara grup setelah mengalahkan Polandia 3-2. Sebagai peringkat dua, Spanyol bertemu Kroasia yang juga menjadi runners-up di Grup D setelah menang 3-1 atas Skotlandia.

Kapten Sergio Busquets mengatakan kemenangan besar itu telah mendongkrak moral pemain. Dia berharap tim bisa bermain seperti di laga melawan Slovakia saat menghadapi Kroasia.

“Kami ingin kembali bermain seperti itu. Kemenangan tersebut mengangkat moral dan kepercayaan diri pemain,” kata Busquets seperti dikutip uefa.com.

“Kini, kami menghadapi runners-up Piala Dunia. Kami harus bermain di level tersebut agar kian dekat dengan target kami,” ucap gelandang Barcelona ini.

Busquets menjadi salah satu pemain senior di skuat Spanyol sehingga menjadi kapten tim. Terutama setelah pelatih Enrique tak memanggil kapten Sergio Ramos yang musim ini meninggalkan Real Madrid.*

Artikulli paraprakPengalaman Piala Menpora Hindarkan Liga 1 dari Covid-19
Artikulli tjetërPortugal, Prancis, dan Jerman, Sukses Lewati Grup Neraka Euro 2020