Deontay Wilder vs Tyson Fury, trilogi mereka menjadi atraksi tinju paling dinanti di bulan Juli. (Olenas.id/The Sun.co.uk)

OLENAS.ID – Memasuki bulan Juli, penggemar tinju akan disuguhi beberapa pertandingan seru. Akhir pekan ini diawali dengan duel perebutan gelar juara interim kelas bulu super WBA antara juara bertahan Chris Colbert vs Tugstsogt Nyambayar di Carson, Kalifornia, Sabtu atau Minggu (4/7/2021) pagi WIB.

Nyambayar (29) dengan rekor 12-1-0 (9 KO) ingin menebus kegagalan menjadi juara dunia, setelah kalah angka dari Gary Russell Jr dalam perebutan gelar kelas bulu WBC di Allentown, Pennsylvania, AS, 8 Februari 2020. Nyambayar memang punya ambisi. Dia berusaha menjadi petinju Mongolia kedua yang menjadi juara dunia, setelah Lakva Sim di awal tahun 1999.

Bagaimana dengan Colbert (24)? Petinju yang memiliki rekor 15-0-0 (6 KO) berusaha mempertahankan gelar untuk kali kedua. Petinju AS ini sedang berupaya menembus persaingan papan atas di kelas bulu super. Duel mereka merupakan adu kemampuan antara fighter kontra boxer yang menarik ditonton.

Selain Colbert vs Nyambayar, berikut adalah beberapa duel menarik lain yang tersaji di bulan Juli

1. Hector Tanajara Jr vs William Zepeda

Digelar di Los Angeles pada 9 Juli, duel Tanajara vs Zepeda merupakan persaingan dua petinju muda dengan rekor belum terkalahkan. Meskipun bukan duel perebutan gelar, laga di kelas ringan ini layak dicermati.

Tanajara (24 ) adalah petinju AS dengan rekor 19-0-0 (5 KO). Petinju berdarah Meksiko ini termasuk boxer yang andal. Rekor KO yang dimilikinya memang tidak spektakuler, namun Tanajara punya teknik yang enak dinikmati.

Sementara Zepeda (25) datang dari Meksiko dengan mengusung gaya fighter. Rekor petinju bergaya kidal ini pun sempurna, 22-0-0 (20 KO). Pemenang Tanajara vs Zepeda menjadi lawan potensial bagi jawara kelas ringan, Ryan Garcia.

2. Gilberto ‘Zurdo’ Ramirez vs Sullivan Barrera.

Ramirez vs Barrera digelar sebagai partai utama, berbarengan dengan Hector Tanajara vs William Zepeda. Duel ini mempertaruhkan gelar juara kelas berat ringan NABF yang saat ini berada di tangan Ramirez.

Nama Ramirez mungkin akan sulit menyaingi kebesaran Canelo Alvarez sebagai sesama petinju Meksiko. Namun statusnya sebagai juara kelas berat ringan, menjadikan dia salah satu dari sedikit petinju Meksiko yang bersaing di kelas atas.

Ramirez (30) punya rekor mentereng, 47-0-0 (27 KO). Dia mantan juara kelas menengah super WBO, dan kini berusaha menapak ke berat ringan. Misi mempertahankan rekor tak pernah kalah adalah tantangan tersendiri untuk Ramirez, selain keinginan menjadi juara dunia di berat ringan.

Barrera adalah veteran di tinju profesional. Petinju asal Kuba ini sudah berusia 39 tahun, dengan rekor 22-3-0 (14 KO). Meskipun belum pernah menjadi juara dunia, pengalaman Barrera menghadapi Andre Ward, Joe Smith Jr, hingga Dmitry Bivol lebih dari cukup sebagai bekal membendung rekor mulus Ramirez.

3. Joseph Diaz Jr vs Javier Fortuna

Pertarungan ini satu paket dengan Gilberto Ramirez vs Sullivan Barrera dan Hector Tenajara vs William Zepeda di Los Angeles pada 9 Juli. Digelar di kelas ringan, pertarungan ini menjadi sangat krusial bagi Fortuna, petinju veteran asal Republik Dominika berusia 32 tahun.

Fortuna, si kidal yang memiliki rekor 36-2-1 (25 KO), adalah petinju bagus dengan nasib kurang beruntung. Mantan juara kelas bulu super WBA seharusnya punya peluang menghadapi nama-nama top macam Luke Campbell, Jorge Linares, dan Ryan Garcia. Namun semua rencana itu kandas.

Bagi Diaz (28), ini adalah pembuktian keseriusannya melanjutkan karier. Pemilik rekor 31-1-1 (15 KO) ini kehilangan gelar kelas bulu super WBA bukan karena kalah dari Shavkatdzhon Rakhimov, Februari 2021. Diaz berlaga dalam perebutan gelar IBF. Fortuna adalah lawan berat yang harus dia tundukkan.

4. Jermell Charlo vs Brian Carlos Castano

Pertarungan yang akan digelar di San Antonio, Texas pada 17 Juli nanti menjadi penting karena merupakan perebutan gelar juara dunia sejati kelas menengah junior.

Charlo (31) dengan rekor 34-1-0 (18 KO) adalah pemegang sabuk juara WBA, WBC, IBF. Charlo tinggal menambahkan satu sabuk WBO agar diakui sebagai juara sejati, karena menguasai seluruh sabuk dari empat organisasi tinju profesional yang paling diakui.

Sabuk WBO dipegang Castano, petinju Argentina yang juga berusia 31 tahun. Petinju ini belum terkalahkan dengan rekor 17-0-1 (12 KO). Apakah rekor tersebut akan dicoreng oleh Charlo? Atau sebaliknya, Castano akan menorehkan kekalahan kedua dalam rekor Charlo? Menarik untuk ditunggu.

5. Robert Helenius vs Adam Kownacki II

Duel menarik di kelas berat yang menjadi partai tambahan trilogi Tyson Fury vs Deontay Wilder III di Las Vegas pada 24 Juli. Helenius, petinju lawas berusia 37 tahun asal Finlandia, membuat kejutan dengan menang TKO ronde 4 atas Kownacki di New York pada 7 Maret 2020.

Tak ada yang menduga Helenius yang kini memiliki rekor 33-3-0 (19 KO), mampu melumpuhkan Kownacki yang saat itu belum terkalahkan. Kownacki, petinju Polandia berusia 32 tahun dianggap punya prospek cerah menantang juara dunia.

The Babyface Assassin, julukan Kownacki, punya tugas berat untuk mengembalikan reputasinya. Jika gagal, maka nama pemilik rekor 20-1-0 (15 KO) itu akan sulit untuk merambat ke level elite dunia. Ini duel hidup mati bagi reputasi Kownacki jika dia ingin tetap diakui.

6. Efe Ajagba vs Frank Sanchez

Masih merupakan partai tambahan Tyson Fury vs Deontay Wilder III, laga Efe Ajagba vs Frank Sanchez adalah pertarungan dua hot prospect dalam kancah kelas berat saat ini.

Ajagba (27) yang berasal dari Nigeria, menjadi petinju pro usai menuntaskan kiprah sebagai petinju amatir di Olimpiade Rio 2018. Di kancah pro, rekornya saat ini 15-0-0 (12 KO). Ajagba masih harus terus memuluskan jalannya menuju tangga dunia. Salah satunya adalah dengan mengalahkan Sanchez.

Di sudut lain, Sanchez (28) juga belum terkalahkan dengan rekor 18-0-0 (13 KO). Dia lari ke Amerika dari Kuba untuk menggapai cita-cita menjadi petinju profesional.

Ajagba dan Sanchez sama-sama masih segar, pun keduanya belum terkalahkan. Dua petinju muda tak terkalahkan, di kelas berat pula, saling bersaing di atas ring. Itulah yang membuat pertarungan ini menarik untuk diikuti.

7. Tyson Fury vs Deontay Wilder III

Trilogi kelas berat yang bakal dikenal sepanjang masa, tercatat dalam sejarah tinju dunia. Fury vs Wilder III akan digelar di Las Vegas pada 24 Juli.

Fury (32) adalah petinju kelas berat paling menarik perhatian saat ini. Tak hanya kehebatannya bertarung dengan rekor tak terkalahkan 30-0-1 (21 KO), petinju Inggris ini juga punya kepribadian menarik di luar ring.

Harus diakui, Fury adalah daya tarik utama kelas berat saat ini. Dia adalah orang pertama yang menorehkan kekalahan dalam rekor bertanding Wilder yang mengerikan, 42-1-1 (41 KO).

Sementara Wilder (33) berusaha bangkit dari kekalahan, usai ditaklukkan Fury lewat TKO ronde 7 di Las Vegas pada 22 Februari 2020. Duel pertama mereka di Los Angeles pada 1 Desember 2018 berakhir seri.

Wilder sudah bersusah-payah mendapatkan hak duel ketiga, setelah gugatannya dimenangkan pengadilan arbitrase olahraga. Peraih perunggu Olimpiade Beijing 2008 ini memang tidak diunggulkan.

Namun dalam kelas berat, satu pukulan telak bakal meremukkan lawan dan ramalan. Mampukah Wilder balas menaklukkan Fury, sekaligus merebut sabuk WBC yang direnggut calon lawannya itu?*

Artikulli paraprakPreview Euro 2020, Italia Sedikit Diunggulkan Atas Belgia
Artikulli tjetërTak Terpengaruh Penundaan Kompetisi, Skuat AHHA PS Pati Tetap Terima Gaji