Petinju Anthony Joshua dan Oleksandr Usyk, akan melanjutkan persaingan Inggris vs Ukraina di kelas berat. (Olenas.id/The Sun)

OLENAS.ID – Setelah Inggris menaklukkan Ukraina 4-0 di perempat final Euro 2020 di Roma, Sabtu, 3 Juli 2021, kini kita menanti persaingan berikutnya dari kedua negara tersebut. Persaingan terjadi di tinju pro, yaitu di kelas berat.

Duel perebutan gelar juara kelas berat WBA/IBF/WBO antara juara bertahan Anthony Joshua kontra Oleksandr Usyk akan menjadi suguhan menarik bagi pencandu tinju dunia. Duel yang dijadwalkan di Stadion Tottenham Hotspurs, London, 25 September 2021, akan melanjutkan persaingan Inggris vs Ukraina di level teratas tinju dunia, yang sudah terjadi sejak awal 2000.

Petinju Ukraina yang kini menjadi walikota Kiev, Vitali Klitschko, yang mengawali perseteruan tersebut. Pada 21 Juli 2003, Vitali menantang juara WBC/IBO asal Inggris, Lennox Lewis di Los Angeles. Lewis mempertahankan gelarnya setelah menang TKO ronde 6 atas Vitali dalam pertarungan yang penuh darah. Lewis menjadikan Inggris unggul 1-0.

Adik kandung Vitali, Wladimir Klitschko melanjutkan persaingan Inggris vs Ukraina di kelas berat. Wladimir yang menguasai sabuk versi IBF/WBO/IBO bertemu David Haye sang pemegang sabuk versi WBA. Pertarungan mereka digelar di Hamburg, Jerman, 2 Juli 2011. Duel berakhir dengan kemenangan angka untuk juara asal Ukraina. Skor pun menjadi 1-1.

Wladimir pun menguasai persaingan di kelas berat selama 10 tahun sejak menumbangkan petinju Nigeria, Samuel Peter pada 2005. Sampai akhirnya muncul Tyson Fury, petinju asal Inggris berikutnya, yang mengusik kekuasaan Wladimir.

Fury menantang Wladimir dalam perebutan gelar juara kelas berat sejati di Duesseldorf, Jerman pada 28 November 2015. Hasil duel tersebut menjadi sebuah kejutan terbesar, karena Fury berhasil menang angka dan merebut gelar juara sejati. Skor Inggris vs Ukraina menjadi 2-1.

Fury tak sempat mempertahankan gelarnya, hingga akhirnya Joshua mencuat selepas menjuarai kelas berat super di Olimpiade London 2012. Joshua merebut gelar kelas berat IBF dengan meng-KO Charles Martin di London pada 9 April 2016.

Pada 29 September 2017 Joshua harus mempertahankan gelarnya, dan Wladimir menjadi penantang. Joshua yang jauh lebih muda membuktikan kalau dia juga lebih bugar. Dia menghentikan perlawanan jago tua Ukraina, Wladimir lewat TKO ronde 11 dalam laga yang ditonton hampir 90 ribu orang di Stadion Wembley, London. Inggris pun unggul 3-1 atas Ukraina.

Pertarungan Wajib

Kegagalan Wladimir yang menyurutkan motivasi petinju Ukraina menantang rivalnya dari Union Jack. Kali ini, Usyk mendapatkan kesempatan menantang Joshua karena aturan pertarungan wajib di badan tinju WBO.

Joshua sebelumnya dijadwalkan melalukan duel unifikasi WBA/IBF/WBO dan WBC melawan Fury. Namun rencana berubah setelah Fury harus menghadapi trilogi melawan Deontay Wilder pada 24 Juli nanti.

Usyk beruntung. Petinju berusia 34 ini tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan kesempatan menjajal panggung teratas tinju dunia, kejuaraan kelas berat.

Usyk tak lain juara kelas berat Olimpiade London 2012. Di kancah profesional, dia bertarung di kelas penjelajah dan berhasil menjadi juara sejati.

Rekor bertanding petinju berjuluk The Cat ini sesungguhnya tidak kalah iamik. Dirinya pernah mengalahkan dua petinju Inggris, masing-masing Tony Bellew di kelas penjelajah dan Dereck Chisora di kelas berat. Namun Usyk belum pernah mengalahkan juara dunia kelas berat, dan Joshua adalah tantangan pertamanya.

Usyk punya bekal teknik dan pengalaman yang lebih dari cukup untuk bersaing di kelas berat. Bahkan teknik bertinjunya disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Hanya saja keraguan utama ada pada posturnya. Postur petinju gaek ini dianggap terlalu kecil untuk bersaing dengan Joshua, yang jauh lebih tinggi dan besar.

Sejak naik ke kelas berat pada 2019, Usyk baru melakoni dua pertandingan. Masing-masing berakhir dengan kemenangan TKO atas Chazz Whiterspoon dan menang angka atas Chisora.

Hanya, Joshua jelas lawan dengan kualitas di atas Whiterspoon maupun Chisora. Tantangan bagi Usyk tentu jauh lebih berat.

Usyk memiliki rekor 18-0-0 (13 KO), sementara Joshua 31 tahun dengan rekor 24-1-0 (22 KO). Akankah Usyk membalaskan kekalahan Ukraina 0-4 dari Inggris di Euro 2020? Atau justru Joshua yang bakal membuat dominasi Inggris atas Ukraina di kelas berat dunia semakin kentara?*

Artikulli paraprakTak Terpengaruh Penundaan Kompetisi, Skuat AHHA PS Pati Tetap Terima Gaji
Artikulli tjetërSemifinal Euro 2020 Italia Vs Spanyol, Susunan Pemain dan Prediksi