Kapten Argentina Lionel Messi (kiri) tampak menangis saat merayakan kemenangan 1-0 atas Brasil di final Copa America 2021, Minggu (11/7/2021) pagi WIB. (Foto: Olenas.id/Twitter/CopaAmerica)

OLENAS.ID – Kapten Argentina Lionel Messi akhirnya meraih trofi. Messi membawa Argentina menjadi juara Copa America 2021 setelah mengalahkan Brasil 1-0 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (11/7/2021) pagi WIB.

Saat wasit Esteban Ostojich (Uruguay) meniup peluit panjang tepat di menit 90+5, semua pemain Argentina langsung berlarian ‘menyerbu’ Messi. Semua memeluk dan merangkul sang kapten.

Messi tampak menangis tetapi juga tertawa bahagia. Dia hanya bisa duduk menyambut pelukan rekan-rekannya. Mereka seolah hanya ingin membahagiakan sang legenda yang harus menunggu lama untuk meraih trofi bersama timnas.

Kami memang pernah gagal, tetapi saya yakin suatu saat mimpi ini bisa terwujud

“Kami melakukannya untuk Messi,” kata Rodrigo De Paul yang memberi assist kepada Angel Di Maria saat menanggapi rekan-rekan tim yang memeluk Messi.

“Messi telah menanggung beban Argentina selama 16 tahun. Kini, kami yang mengangkatnya,” ujar bek senior Nicolas Otamendi menambahkan.  

Ya, mimpi Messi bisa terwujud. Dia menuturkan sudah sering mengimpikan mengangkat trofi bersama timnas. Menurut dia keberhasilan ini menjadi momen terindah karena mengalahkan rival bebuyutan Brasil di kandang lawan di Maracana.

Argentina menjadi juara Copa America 2021 setelah mengalahkan Brasil di laga final di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (11/7/2021) pagi WIB. (Foto: Olenas.id/Twitter/gwfootball)

“Kebahagiaan ini sulit saya gambarkan. Saya sudah sering kali mengimpikannya,” kata Messi seperti dikutip barcauniversal.com.

“Sejak Copa America terakhir, saya sudah merasakan tim ini kian kuat dan termotivasi. Kami memang pernah gagal, tetapi saya yakin suatu saat mimpi ini bisa terwujud. Ini momen yang indah karena kami mengalahkan Brasil di negaranya,” ucap dia.  

Ya, Messi sudah meraih segalanya bersama klub Barcelona. Dia meraih trofi domestik, La Liga Spanyol, Copa de Rey maupun Supercopa de Espana Di level Eropa, Messi sudah memenangi Liga Champions sampai UEFA Super Cup dan FIFA Club World Cup.

Hanya trofi untuk timnas senior yang belum pernah digapai. Dirinya memang pernah mengangkat trofi di level yunior saat membawa Argentina U-20 menjadi juara di Piala Dunia U-20 2005. Messi kemudian meraih emas cabang sepak bola di Olimpiade Beijing 2008.

Frustrasi dan Ingin Pensiun

Bintang berusia 34 ini harus menunggu sampai 13 tahun untuk membawa Argentina meraih trofi. Sebelumnya, dia berkali-kali membawa Argentina ke final, termasuk Piala Dunia 2014. Namun Argentina dipaksa menyerah oleh Jerman 1-0 dalam duel yang juga digelar di Maracana.

Kegagalan itu membuat Messi frustrasi dan sempat mengutarakan keinginan pensiun dari timnas. Pada 2016, dia sudah mengumumkan pensiun setelah Argentina gagal di Copa America. Namun rakyat Argentina menolak keinginan Messi. Bahkan sampai Presiden Mauricio Macri secara khusus meminta peraih Ballon d’Or enam kali ini membatalkan keputusannya. Masyarakat bola Argentina pun menyerukan, “Don’t go Leo.”

Pemain Argentina mengangkat kapten Lionel Messi saat berpesta juara Copa America 2021 setelah mengalahkan Brasil 1-0, Minggu (11/7/2021) pagi WIB. (Foto: Olenas.id/Twitter/CopaAmerica)

Messi pun batal mundur. Termasuk setelah Argentina gagal di Piala Dunia 2014 dan Copa America 2019. Beruntung pemain yang kini tak punya klub setelah putus kontrak dengan Blaugrana ini tak jadi meninggalkan La Albiceleste.

Pasalnya, impian dia bisa diwujudkan di Copa America 2021. Di laga final, kemenangan Argentina ditentukan lewat sepakan lambung Di Maria di menit 22. Bintang Paris Saint-Germain ini menyambut umpan jauh dari De Paul untuk menaklukkan kiper Ederson.

Tak ada lagi gol yang tercipta meski ada tambahan waktu lima menit. Begitu peluit akhir ditiup, Messi pun merayakannya bersama rekan tim. Dia tampak menangis bahagia.

Messi pun memeluk lama sang pelatih, Lionel Scaloni, saat perayaan kemenangan. Dia kembali tak kuasa menahan tangis dipelukan sang pelatih. Scaloni pun tak protes saat pemain mengangkat Messi dan bukan pelatih saat merayakan juara.

Tidak hanya yang pertama bagi Messi, ini untuk kali pertama pula Argentina memenangi Copa America sejak 1993. Argentina pun mencatat rekor bersama Chile dengan menjadi juara sebanyak 15 kali.

Sukses Messi kian lengkap karena dirinya juga menjadi top scorer dengan mengoleksi empat gol bersama Luis Diaz (Kolombia). Bila Messi mampu memanfaatkan peluang saat berhadapan dengan kiper Ederson, dirinya sudah pasti sendirian menjadi pencetak gol terbanyak.

Tak hanya menjadi top scorer, Messi juga terpilih sebagai Pemain Terbaik (Best Player). Sukses yang lengkap dan Messi pun bisa tidur nyenyak sekarang.*

Artikulli paraprakFinal Euro 2020, Giorgio Chiellini: Inggris Tak Hanya Harry Kane
Artikulli tjetërItalia Juara Euro 2020, It’s Coming Rome Not Home