Striker anyar AC Milan Olivier Giroud. (Foto: Olenas.id/Twitter/acmilan)

OLENAS.ID – AC Milan mempertahankan tradisi merekrut pemain gaek saat memboyong striker Olivier Giroud. Pemain yang dibeli dari Chelsea ini mendapat nomor punggung 9. Mungkinkah Giroud diharapkan menghapus kutukan nomor tersebut?

Milan ingin mengulang sukses saat membawa kembali striker veteran Zlatan Ibrahimovic. Pemain yang pernah membela Rossoneri ini direkrut saat sudah berusia 39 pada 2020.

Namun Ibrahimovic memberi bukti. Ketajamannya tak luntur dan eks bintang Juventus tidak hanya menjadi mesin gol tetapi sukses mendongkrak mental dan kepercayaan diri pemain. Dia juga berperan besar membawa Milan kembali berlaga di Liga Champions 2021-22 setelah menjadi runner up Serie A Italia musim lalu.

Saya bangga karena memiliki asal-usul dari Italia. Saya tidak sabar memulai petualangan bersama kalian (suporter)

Sukses bersama Ibrahimovic menjadikan Milan kembali memboyong striker veteran. Giroud yang sudah berusia 35 pun direkrut untuk menambah daya gedor. Tidak disebutkan nilai transfer pemain yang turut membawa Prancis menjadi juara di Piala Dunia 2018 ini. Yang jelas dirinya mendapat kontrak dua tahun di Milan.

Bergabung dengan Milan, Giroud langsung menyapa fans klub di media sosial. Dia menuturkan sudah tak sabar bermain untuk Milan.

“Hi fans Milan,” tulisnya di Twitter. “Saya bangga karena memiliki asal-usul dari Italia. Saya tidak sabar memulai petualangan bersama kalian (suporter).”

“Saya berterima kasih kepada Ivan Gazidis (CEO klub) yang sudah saya kenal sejak lama, Paolo Maldini, Frederic Massara dan pelatih [Stefano] Pioli. Forza Milan,” demikian dia menulis.

Giroud akan memiliki nomor punggung 9 yang menjadi kutukan bagi pemain depan. Ya, sejak striker Filippo Inzaghi meninggalkan Milan pada 2012, tidak ada lagi pemain bernomor punggung tersebut yang bisa menjadi mesin gol.

Bahkan Ibrahimovic tak memilih nomor tersebut meski menempati posisi sebagai centre forward. Sebelumnya, striker Krzysztof Piatek yang memakai no 9. Pada musim 2019, penyerang Polandia ini hanya mengemas 4 gol dari 18 penampilan.

Terakhir, Mario Mandzukic yang memilikinya saat bergabung dengan Milan. Kutukan itu berlanjut karena striker veteran Kroasia ini tak pernah sekalipun mencetak gol selama 10 pertandingan bersama juara Liga Champions 7 kali ini. Mandzukic juga lebih sering didera cedera sehingga absen membela klub.

Bagaimana dengan Giroud? Dia memang menunjukkan ketajamannya saat direkrut Chelsea dari Arsenal pada Januari 2018. Giroud mencetak 39 gol selama 119 laga. Dirinya membawa Chelsea memenangi Piala FA, Europa League dan Liga Champions.*

Artikulli paraprakKompetisi Mundur Karena Pandemi, Ini yang Dilakukan PS Sleman
Artikulli tjetërIngin Bawa Kembali Pjanic dari Barcelona, Ini yang Dilakukan Juventus