Shin Tae Yong (Foto : AFP)

OLENAS.ID – Tiga program tim nasional Indonesia yang harus diselesaikan dengan hasil baik oleh pelatih Shin Tae Yong menjadi sorotan. Berkebalikan dengan saat di awal kedatangannya yang menimbulkan optimisme, kini keraguan menyeruak dalam diri suporter.

Tiga program yang sama pentingnya itu adalah pertandingan play-off Piala Asia 2023 melawan Taiwan, kedua laga kualifikasi Piala Asia U-23 2022, dan ketiga Piala AFF 2020.

Shin harus bisa membawa Indonesia lolos ke fase kualifikasi Piala Asia 2023 dan membuat Timnas U-23 dapat tiket tampil di Piala Asia U-23 2022, serta juara Piala AFF seperti ia janjikan pada 2019.

Menjadi pertanyaan besar, akankah hal tersebut jadi kenyataan? Melihat hasil tempaan Shin selama ini, belum tampak pola yang nyata pada timnas. Meminjam bahasa seni lukis, sapuan Shin di kanvas Timnas Indonesia tampak surealis. 

Bisa dilihat pada awal kiprahnya di Piala AFF November 2019 di Filipina, Shin Tae Yong berjanji Timnas Indonesia bakal menjuarai turnamen tersebut. Di hadapan petinggi PSSI, seperti Ketua Umum, Mochamad Iriawan dan Ratu Tisha Destria (Sekjen PSSI saat itu), Shin menyampaikan janji manis prestasi dan program latihan meyakinkan. 

Ditambah lagi dengan label pelatih eks Piala Dunia membuat proposalnya makin keren. 

Hal berbeda ditunjukkan pelatih timnas sebelumnya, Luis Milla enggan berjanji. Mantan pemain Real Madrid ini hanya memastikan bakal bekerja keras untuk menggapai gelar yang diimpikan rakyat Indonesia.

Filosofi permainan tim Merah Putih diakui mulai berubah di tangan Milla. Para pemain mulai berani membangun inisiatif serangan dari bawah.

Namun Milla tersingkir. PSSI memberi kontrak empat tahun atau hingga 2024 kepada Shin. Ini sejarah baru PSSI mengontrak pelatih dengan durasi panjang. Biasanya hanya setahun hingga dua tahun.

Shin memulai debut kepelatihannya dalam pemusatan latihan pada Februari 2020. Selama dua pekan latihan, Shin menggembleng fisik pemain dengan keras. Pada akhir masa latihan, Timnas Indonesia dibantai Persita dengan skor 1-4. 

Setelah itu pelatih 50 tahun ini lebih dominan menangani Timnas U-19 untuk Piala Dunia U-19 2020. Pertama membawa pemain pemusatan latihan di Chiang May, Thailand, lantas ke Kroasia. Ironisnya, Piala Dunia U-19 2020 malah dibatalkan.

Antara masa penggemblengan di Thailand dan Kroasia itu terjadi dua peristiwa yang menggegerkan. Pertama Shin enggan bekerja sama lagi dengan Indra Sjafri sebagai asisten (sekarang Indra menjadi Direktur Teknik PSSI) dengan dalih profesionalisme. 

Kedua, Shin berkonfrontasi secara terbuka dengan PSSI melalui media massa Korea Selatan Shin menyerang PSSI: tidak mendukung programnya mengadakan TC di negeri ginseng tersebut.

“Jika saya membuat program untuk timnas dan pemain, tolong disambut kerja sama. Seorang pelatih bukan pesulap, tetapi ada proses,” kata Shin saat itu.

Shin tak puas karena program demi programnya terus dikoreksi dengan dalih pandemi Covid-19. Bahkan ia juga berseberangan dengan para asistennya sendiri. Pertama dengan Gong Oh Kyun pada akhir 2020. Lantas Kim Hae Won, Lee Jae Hong, dan Kim Woo Jae juga mundur pada Agustus 2021.

Tak Ampuh

Racikan Shin sendiri tak benar-benar ampuh. Dalam tiga pertandingan tersisa Pra Piala Dunia 2022, Indonesia menelan dua kekalahan dan sekali imbang. Sebelum itu, Timnas Indonesia juga takluk dua kali dalam dua pertandingan uji coba di Uni Emirat Arab.

Shin rasanya lebih kesohor dengan tingginya disiplin yang ia terapkan selama ini. Sedangkan masyarakat mengharapkan hasil, lewat proses yang disiapkan pelatih.

Alibi Shin Tae Yong, wajar Timnas Indonesia kalah karena pemain tak tampil dalam kompetisi selama masa pandemi. Ketiadaan atmosfer pertandingan membuat kebugaran pemain tidak optimal dan sentuhan pemain jauh dari ideal. 

Jika mengacu data yang disajikan Lapangan Bola Stats, dalam tiga laga Pra Piala Dunia 2022 itu rata-rata penguasaan bola Evan Dimas dan kawan-kawan tak sampai 40 persen. Umpan terukur yang dilepas pun hanya di rata-rata angka 70 persen.

Strategi yang diterapkan Shin juga tak istimewa. Bola panjang atau umpan lambung masih dominan. Padahal hal seperti ini tak diterapkan Korea Selatan asuhan Shin di Piala Dunia 2018, salah satunya saat mengalahkan Jerman.

Kini Shin sudah kembali ke Indonesia. Ia dan dua asistennya, Choi in Cheol dan Kim Jong Jin, tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Rabu (18/8) malam. Ia pun harus menjalani isolasi mandiri protokol kesehatan Covid-19.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan, rapat mengenai program Timnas Indonesia akan segera dilakukan. Karena terpisah ruang, rapat tersebut akan dilakukan secara virtual, agar setelah Shin selesai isolasi program langsung dijalankan. “Nanti akan meeting virtual dengan Departemen Teknik tentang TC Timnas Indonesia. Tunggu setelah meeting dengan Dirtek baru dijadwalkan pemanggilan pemain,” kata Yunus. ***

Artikulli paraprakArsenal Vs Chelsea, Susunan Pemain dan Prediksi
Artikulli tjetërPelukan Terakhir Manny Pacquiao