Pemain depan Liverpool Mohamed Salah (kiri) saat mencetak gol di laga melawan AC Milan di Liga Champions di Stadion Anfield, Kamis, (16/9/2021) dini hari WIB. (Foto: olenas.id/thesun.co.uk)

OLENAS.ID – Liverpool lolos dari lubang jarum dan mengalahkan rival berat AC Milan 3-2 dalam laga Grup B Liga Champions di Stadion Anfield, Kamis (17/9/2021) dini hari WIB. Menang tetapi nyaris kalah karena Liverpool sempat kehilangan plot.

Liverpool harus bekerja keras di laga tersebut. Tuan rumah unggul cepat lewat gol bunuh diri Fikayo Tomori pada menit sembilan.

Tak lama berselang The Reds berpeluang memperbesar keunggulan saat mendapat penalti setelah sepakan Andy Robertson mengenali lengan Ismael Bennacer. Namun eksekusi Mohamed Salah gagal.

Mereka memang mencetak dua gol, namun kami kembali bermain bagus dan juga bisa membuat dua gol

Situasi kian runyam karena Liverpool malah kecolongan dua gol berturut-turut. Milan menyamakan skor stelah striker Ante Rebic menaklukkan kiper Alisson di menit 42. Hanya berselang dua menit, Rossoneri sudah unggul melalui Brahim Diaz.

Laga memang berjalan seru. Di babak kedua, Liverpool berhasil bangkit. Salah memperbaiki kesalahannya setelah mencetak gol melalui kerjasama satu dua dengan Divock Origi di menit 49 sehingga skor berubah menjadi 2-2.

Kapten Jordan Henderson menjadi penentu kemenangan Liverpool setelah mmbobol gawang Milan di menit 69. Gol berawal dari sepak pojok Trent Alexander-Arnold. Saat terjadi kemelut di depan gawang, Henderson berlari untuk menyambar bola. Liverpool unggul 3-2 dan skor itu bertahan sampai akhir laga.

Liverpool Vs Milan, Laga Menghibur

Manajer Liverpool Juergen Kloop mengaku senang menyaksikan laga yang mendebarkan dan menghibur. Namun dirinya sempat waswas karena tim seperti kehilangan plot bermain yang mengakibatkan Liverpool tertinggal 2-1.

“Pertandingan yang sangat menarik dan menghibur. Selama 10 sampai 15 menit kami sempat kehilangan plot dan tidak kompak bermain,” kata Klopp seperti dikutip The National.

Striker AC Milan Ante Rebic (kanan) di pertandingan Liga Champions di melawan Liverpool Stadion Anfield, Kamis, (16/9/2021) dini hari WIB. Liverpool menang 3-2 di laga itu. (Foto: olenas.id/thesun.co.uk)

“Mereka memang mencetak dua gol, namun kami kembali bermain bagus dan juga bisa membuat dua gol,” ucapnya.

Menurut dia pemain selalu kehilangan bola pada lima menit menjelang babak pertama usai. Organisasi permainan juga kacau yang kemudian dimanfaatkan lawan. Beruntung, The Pool mampu bangkit di babak kedua.

“Kami kehilangan bola pada momen kami melakukan kesalahan. Kami mengalami kesulitan. Bila organisasi permainan tidak berjalan, mereka kemudian memanfaatkannya. Saya harus menunggu sampai babak pertama usai. Kami akhirnya berhasil bangkit dan akhirnya tidak ada masalah lagi,” kata eks pelatih Borussia Dortmund ini.

Laga Pertama Sejak 2007

Duel Liverpool melawan Milan merupakan kali yang pertama sejak final 2005 dan 2007. Pada final 2005 di Stadion Ataturk, Liverpool melakukan come back gemilang. Tertinggal 3-0 sampai babak pertama usai, namun mereka mampu memaksakan imbang 3-3 dan kemudian menjadi juara setelah menang adu penalti.

Sebaliknya pada final dua tahun berselang, giliran Milan yang menuntaskan dendam. Mereka sukses menaklukkan Liverpool untuk memenangi trofi ketujuh kalinya.

Kemenangan atas Milan menjadikan Liverpool sementara memuncaki klasemen Grup B dengan raihan tiga poin. Disusul Atletico Madrid dan Porto yang bermain imbang 0-0 di laga lain. Milan sendiri berada di dasar klasemen.*

Artikulli paraprakGara-gara Barcelona Kena Hajar Telak, Koeman Akui Bayern Munich Lebih Superior
Artikulli tjetërBig Match Bali United Vs Persib Bandung, Ini Janji Melvin Platje