Seruan Aji Santoso dan Dejan Out. (Foto : Bola.com dan Twitter)

OLENAS.ID – Laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021-2022 antara PS Sleman dan Persebaya Surabaya yang akan berlangsung pada Rabu (29/09/2021) mendatang tak hanya soal gengsi kedua tim yang berburu kemenangan, tapi juga pertaruhan jabatan pelatih keduanya. Kursi pelatih PSS yang diduduki oleh Dejan Antonic dan Persebaya yang dilatih Aji Santoso sama-sama membara saking panasnya.

Hasil buruk yang diraih oleh PSS dan Persebaya dalam 4 laga terakhir membuat kecewa para suporter. PSS mengantongi PSS saat ini bertengger di posisi ke-14 klasemen sementara dari hasil satu kali seri, dua kalah dan satu menang. Sedangkan Persebaya di posisi ke-16 dengan satu kali menang dan tiga kalah.

Maka, laga antara Super Elang Jawa dan Bajul Ijo jelas akan berlangsung sengit. Kedua tim sangat membutuhkan kemenangan untuk meredakan amarah para pendukungnya yang terkenal fanatik. Kalah berarti hujatan akan makin deras.

Namun yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana nasib kedua pelatih. Dejan Antonic dan Aji Santoso sudah didengungkan lewat tagar #Dejanout dan #Ajiout. Jika kepada Dejan suporter hanya mendapat meme dan poster sindiran, Aji malah menerima karangan bunga dari bonek.

Tentu saja memecat pelatih di saat kompetisi baru berjalan sebulan jelas merupakan pilihan pahit bagi manajemen kedua klub. Tak mudah melakukan itu, karena menyangkut kontrak dan rencana perkembangan klub. Namun, suara suporter juga tak bisa diabaikan. Mereka butuh hasil, (kadang) tak peduli bagaimana babak belurnya tim mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang hanya memberikan durasi sempit untuk berbenah.

Mereka juga tak peduli jika PSS belum punya gelandang dan striker asing hingga minggu ketiga (baru di pekan ke-4 PSS mendapat tambahan amunisi pada sosok Juninho, gelandang asal Brasil yang menorehkan gol penentu kemenangan atas Arema FC). Namun penampilan jeblok berikutnya saat menghadapi Madura United, yang berakhir dengan kekalahan tipis 0-1 menjadi anti klimaks penampilan pemain asuhan Dejan itu.

Bola-bola panjang yang diperagakan saat menghadapi Madura United jadi cemoohan. Hal ini logis karena postur para pemain PSS rata-rata tidak tinggi, sehingga berat sekali memanfaatkan umpan bola yang ada. Ditambah lagi pemain belakang Madura menjulang tinggi dengan posturnya. Namun hal ini tak juga mengalami perubahan sepanjang pertandingan. Hal yang menjadi kecaman para suporter PSS.

Andai permainan PSS secantik saat menghadapi Arema, dan tetap menelan kekalahan dari Madura, mungkin emosi pendukungnya tak meledak seperti yang tampak di media sosial. Faktor panas yang menyengat sehingga menguras fisik para pemain bisa dijadikan alasan, termasuk juga bola sepakan Jaimerson Xavier yang berbelok arah setelah membentur kaki Samsul Arifin dan membuahkan gol.

Miskinnya taktik, ungkapan yang diberikan oleh suporter, juga ditujukan kepada Aji Santoso. Tiga kekalahan berturut menggusarkan Bonek. Tiga pemain asing yang belum menunjukkan kualitasnya tak luput dari serangan pendukunga Persebaya.

Menarik, dan menegangkan, menanti hasil PSS menghadapi Persebaya di minggu ini. Apakah ada yang terpental dari kursi kepelatihan, atau masih diberikan kesempatan oleh manajemen kedua tim?. ***