Striker Benfica Darwin Nunez merayakan gol yang dicetaknya saat lawan Barcelona di Liga Champions. (Foto: olenas.id/marca.com)

OLENAS.ID – Barcelona hancur-lebur di Liga Champions. Benfica menghabisi Barca 3-0 dalam duel di Grup E di Stadion da Luz, Lisbon, Kamis (30/9/2021) dini hari WIB. Kekalahan itu menjadikan pelatih Ronald Koeman terancam pemecatan. Tagar KoemanOut langsung bertengger di Twitter.

Bisa apa Barca tanpa Lionel Messi. Pertanyaan yang muncul setelah raksasa La Liga Spanyol ini babak-belur di Liga Champions.

Setelah melepas sang bintang utama yang kemudian bergabung dengan Paris Saint-Germain secara gratis, Barca memang berencana melakukan pembaruan. Hanya, revolusi yang dipimpin Koeman tak berjalan mulus.

Saya tidak bisa mengatakan apa pun tentang masa depan saya karena tidak tahu apa yang klub pikirkan

Performa Barca sama sekali tak meyakinkan di kompetisi domestik. Bagaimana tidak, Sergio Busquets dkk hanya menang tiga kali dari enam pertandingan pertama di kompetisi.

Bagaimana di kompetisi Eropa? Lebih buruk, Barca dua kali menelan kekalahan dengan skor telak. Sebelum Benfica menghajar pasukan Koeman, Bayern Munich sudah lebih dulu membantai Blaugrana dengan skor sama, 3-0. Ironis karena kekalahan telak terjadi di kandang sendiri di Camp Nou.

Pemain Benfica merayakan gol di pertandingan Liga Champions melawan Barcelona, Kamis (30/9/2021) dini hari WIB. (Foto: olenas.id/twitterChampionsLeague)

Kekalahan berturut-turut menjadikan Barca menduduki dasar klasemen Grup E. Kinerja Koeman pun mendapat sorotan yang berujung munculnya #KoemanOut. Tagar itu menjadi trending. Hanya, apakah klub bakal memecat eks pelatih tim nasional Belanda ini?

Koeman Bertahan atau Tidak?

Masih belum pasti apakah Koeman bakal bertahan atau tidak. Dia mengaku masih mendapat dukungan dari pemain. Namun eks manajer Everton ini menolak membahas masa depannya di Barca.

“Saya hanya berkomentar soal pekerjaan saya di tim. Yang jelas, saya masih mendapat dukungan dari pemain. Ini terlhat dari sikap yang mereka tunjukkan kepada saya. Kalau yang lain saya tidak tahu,” ucap Koeman seperti dikutip Marca.

“Kalau klub sendiri, saya tidak tahu. Saya tidak bisa mengatakan apa pun tentang masa depan saya karena tidak tahu apa yang klub pikirkan. Saya tidak ingin menjawabnya lebih jauh karena itu bukan bagian dari saya. Kita lihat saja nanti,” kata eks bek Barca era 1990-an ini.

Barcelona Mati Kutu Hadapi Benfica

Di laga itu, Barca benar-benar mati kutu. Pertandingan baru berjalan tiga menit, gawang Los Cules sudah kebobolan. Striker Darwin Nunez yang menerima bola dari Julian Weigl sempat mengecoh Eric Garcia sebelum mencetak gol.

Situasi Barca kian memburuk di babak kedua. Benfica memperbesar keunggulan melalui Rafa Silva yang menyambut bola rebound kiper Marc-Andre ter Stegen menit 69.

Nunez mencetak gol kedua di laga tersebut dari titik penalti yang memantapkan kemenangan Benfica. Penalti diberikan setelah wasit menyatakan bek Sergio Dest menyentuh bola di kotak terlarang. Skor 3-0 bertahan sampai akhir laga.

Meski kalah telak, Koeman tetap memuji penampilan pemainnya. Menurut dia Barca sesungguhnya berpeluang mencetak gol di laga tersebut.

“Hasil akhir itu memang sulit diterima. Namun hasil itu tidak seperti yang kita saksikan di lapangan. Tim bermain bagus, bahkan saat sudah tertinggal 2-0. Kami menciptakan banyak peluang,” kata Koeman.

Sementara, pelatih Benfica Jorge Jesus menunjukkan kepuasannya bisa mengalahkan Barca. Ini untuk kali pertama sejak 1961 klub Portugal ini mampu menaklukkan Barca.

“Benfica tampil bagus dan percaya diri. Kami tahu akan menghadapi tim besar. Dan, seperti biasa Barca unggul dalam penguasaan bola. Tetapi penampilan kami memang lebih baik setelah beristirahat dan bisa mencetak tiga gol,” kata Jesus.*