Mataram Utama melindungi pemainnya dengan BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: olenas.id/Mataram Utama FC)

OLENAS.ID – Klub Liga 3 Mataram Utama FC memberikan jaminan perlindungan bagi pemain, pelatih dan ofisial tim dalam mengarungi kompetisi. Mereka mendapat jaminan perlindungan setelah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta.

Direktur Utama Mataram Utama Janu Riyanto mengatakan klub menunjukkan keseriusan melindungi asetnya. Menurut dia, pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan mengampu perlindungan atlet. Mataram Utama pun menjadi klub sepak bola pertama di DIY yang mengakses perlindungan tersebut.

“Kami mengutamakan perlindungan bagi pemain, pelatih dan ofisial klub. Mereka adalah aset yang harus mendapat perlindungan bersama,” kata Janu di Yogyakarta, Kamis (30/9/2021).

“Kami mencari informasi dan ternyata BPJS Ketenagakerjaan punya program untuk atlet. BPJS mengkover hal-hal penting terkait jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Ketika pemain cedera sebelum, saat, setelah latihan atau sebelum, saat dan setelah pertandingan, semua terkover perawatannya dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujar dia lebih lanjut.

Di sisi lain, adanya jaminan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu klub yang saat ini kondisinya kurang bagus. Cakupan kover jaminan perlindungan cukup baik khususnya untuk pemain yang lebih beresiko ketika bermain.

“Kami setidaknya lebih tenang ketika terjadi hal yang tidak diinginkan pada pemain. Namun, dengan adanya jaminan perlindungan, klub dan pemain tentu bisa merasa lebih tenang beraktivitas,” kata Janu.

BPJS Beri Perlindungan Saat Bermain dan Berlatih

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta, Asri Basir menyampaikan apresiasi pada Mataram Utama FC yang memiliki konsern pada jaminan perlindungan pada pemain. Hal tersebut menurut Asri sangat penting untuk memastikan penanganan terbaik pemain ketika mengalami sesuatu hal seperti kecelakaan kerja.

“Kami mengapresiasi, ini hal yang baik di BPJS Ketenagakerjaan DIY dan Mataram Utama. Ini mudah-mudahan menginspirasi klub-klub lain di seluruh DIY,” kata Asri.

BPJS Ketenagakerjaan menurut Asri memberikan kover pada kecelakaan kerja bagi atlet baik saat bertanding maupun berlatih.

“Bila mendapat penanganan di rumah sakit rupiah dikover adalah unlimited. Jadi jangan khawatir karena saat mengalami kecelakaan kerja entah cedera atau apa, itu menjadi tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Sementara, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik menyambut positif langkah Mataram Utama FC yang memberikan proteksi pada atlet. Menurut dia, hal tersebut sangat penting agar atlet bisa berkonsentrasi memaksimalkan prestasi tanpa khawatir jaminan perlindungan ketika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

“Ini sejalan dengan misi KONI DIY yang ingin mewujudkan sepak bola DIY berlaga di PON 2024. Kami berharap waktu tiga tahun ini untuk melakukan persiapan meloloskan sepak bola ke Sumatera Utara-Aceh” kata Djoko.

“Selamat pada Mataram Utama dan BPJS Ketenagakerjaan yang bersinergi dengan baik sehingga terus memajukan olahraga di DIY,” ujar dia memungkasi.*