Tim PS Sleman. (Foto: olenas.id/ligaindonesiabaru.com)

OLENAS.ID – PS Sleman tidak akan meninggalkan Sleman. Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Marco Gracia Paulo memastikan hal itu sekaligus menyampaikan klarifikasi terkait pernyataan kontroversial yang sempat membuat kegaduhan.

Pernyataan Marco bak api yang mendapat siraman bensin. Sepak bola Sleman menjadi heboh karena pernyataannya yang kontroversial.

Hanya, PSS sesungguhnya memang bisa meninggalkan Sleman. Tergantung kemauan pemilik saham mayoritas apakah ingin memindahkan klub atau bertahan di kota kabupaten Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sleman. Tidak hanya kepada Sleman fans, tetapi seluruh masyarakat karena statemen saya sudah jadi trending dan heboh

Hanya pernyataan dari direktur utama bahwa PSS bakal pindah dari Sleman tetap mengundang kegaduhan. Pasalnya, PSS lahir di Sleman dan sudah mengakar di masyarakat tersebut, siapa pun pemiliknya.

Tak ingin berbuntut panjang, Marco pun meminta maaf karena pernyataannya. Menurut dia ini hanya masalah komunikasi. Terutama setelah PSS menuai hasil buruk di kompetisi BRI Liga 1. Di laga terakhir, PSS harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya 3-1.

Kekalahan yang mengakibatkan posisi PSS kian merosot di klasemen sementara. Kini, tim Elang Jawa menduduki peringkat 15 atau berada satu strip di atas zona degradasi.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sleman. Tidak hanya kepada Sleman fans, tetapi seluruh masyarakat karena statemen saya sudah jadi trending dan heboh. Situasi selama dua hari yang melelahkan membuat saya pribadi merasa kecewa dengan perkembangan yang ada,” kata Marco di Jakarta, Jumat (1/10/2021).

“Apalagi adanya tekanan untuk langsung melakukan pergantian pelatih kepala. Akhirnya secara spontan terucap kalimat tersebut. Tak ada maksud untuk menyakiti siapa pun dengan kalimat itu. Saya tegaskan PSS adalah milik Sleman dan tetap ada di Sleman,” ujar dia menambahkan.

Suporter Desak Dejan Antonic Dicopot

Sebelumnya Marco sempat terlibat pembicaraan dengan perwakilan suporter melalui sambungan telepon terkait tuntutan mundurnya pelatih Dejan Antonic. Gara-garanya, PSS kembali menelan kekalahan di pertandingan liga. Tak hanya kalah, penampilan tim yang buruk memang mengecewakan

Meski manajemen sudah memberikan tanggapannya lewat pernyataan di akun resmi, tetapi hal itu tak membuat Sleman Fans puas. Mereka menuntut dicopotnya pelatih asal Serbia tersebut.

Buntutnya PSS siap memenuhi tuntutan suporter untuk melepas eks pelatih Madura United ini. Hanya, PSS bakal hengkang dari Sleman yang kemudian memancing kegaduhan.

“Saya mengerti dan memahami kekecewaan fans dengan pencapaian PSS sampai pada pekan kelima kompetisi. Seperti pernyataan yang sudah disampaikan, evaluasi telah dilakukan dan telah diambil langkah strategis untuk memastikan tim kembali ke performa terbaiknya,” kata Marco lagi.

Lebih lanjut dia menegaskan, upaya membangun PSS sebagai klub yang benar-benar profesional dan tangguh bukanlah pemanis belaka. Namun dia mengaku butuh kesabaran untuk mewujudkan hal itu, khususnya dengan situasi dan persiapan yang minim terkait dengan situasi pandemi Covid-19.

“Percayalah dengan komitmen kami. Dukungan Sleman Fans sangat berarti, dengan bersabar dan mengingatkan kami untuk lebih bekerja keras mewujudkannya,” ujarnya.

“Dengan capaian hasil tim yang belum maksimal di kompetisi Liga 1, tekanan fans untuk meraih kemenangan, mengganti pelatih dan lainnya sangat menguras fisik dan emosi,” ujar MGP.

Saat ini, PSS menatap laga berikutnya melawan Persik Kediri, Minggu (3/10/2021). PSS membidik kemenangan di laga tersebut. Tidak hanya untuk memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga mendongkrak mental pemain.*