PS Sleman latihan menjelang laga melawan Persik Kediri. (Foto: olenas.id/ligaindonesiabaru.com)

OLENAS.ID – Kegaduhan usai sudah. PS Sleman tidak akan meninggalkan Sleman. Kini, PSS fokus menghadapi Persik Kediri dalam lanjutan kompetisi BRI Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (3/10/2021).

PSS mendapat terpaan. Saat tim jeblok di kompetisi, manajemen mendapat sorotan. Gara-garanya, Direktur Utama PT PS Sleman Marco Garcia Paulo menyatakan PSS bakal meninggalkan Kota Sleman. Ini sebagai respon atas tuntutan Sleman Fans yang mendesak untuk memecat pelatih Dejan Antonic.

Langkah seret PSS di Liga 1 menjadikan posisi Dejan mendapat goyangan. Apalagi, kekalahan 3-1 dari Persebaya Surabaya membawa PSS ke tubir degradasi. Kini, mereka menduduki peringkat 15 atau satu strip di atas zona degradasi.

Kondisi kami lumayan oke dari game terakhir. Tentu harus berubah untuk game melawan Persik meski ada beberapa pemain yang absen

Saat merespon tuntutan pemecatan Dejan, jawaban Marco membuat Sleman Fans terhenyak. PSS siap memberhentikan pelatih tetapi juga membawa pergi dari Sleman. Jawaban yang segera mengundang kehebohan.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pun merasa perlu memanggil manajemen klub untuk memastikan homebase PSS tetap di Sleman. Kustini juga meminta kepada Marco meminta maaf kepada masyarakat Sleman.

Dalam pertemuan dengan pihak manajemen yang dihadiri Hempri Suyatna, Andi Wardana dan Yoni Arseto, bupati meminta penjelasan karena suporter laskar Super Elja mengungkapkan kemarahannya di media sosial. Mereka juga melakukan kerumunan di Omah PSS beberapa waktu lalu. Pasalnya, statemen Marco telah melukai hati para suporter.

“Dari manajemen menyampaikan itu statemen pribadi dan bukan dari hasil rapat bersama. Dan, Marco sudah meminta maaf atas dampak dari ucapannya tersebut,” kata Kustini.

“Bapak Marco bercerita kalau sedang dalam tekanan. Tetapi saya juga sampaikan agar tetap sabar dan berpikir positif karena suporter pasti menginginkan performa yang terbaik di setiap laga,” ujar bupati.

Sementara, perwakilan manajemen PS Sleman, Hempri Suyatna menyampaikan pernyataan Marco sebagai pribadi dan bukan manajemen. Mengenai hasil buruk PSS di beberapa laga awal salah satunya karena minimnya persiapan tim.

“Kami baru berkumpul satu minggu jelang kompetisi, tentu itu sangat mepet sekali. Tim-tim besar lain juga mengalami hal sama sehingga mereka belum maksimal pada beberapa laga awal,” ujar Hempri.

Gagal Lagi, Nasib Dejan Kritis

Kegaduhan itu berakhir sudah dengan permintaan maaf Marco. PSS juga selamanya tetap akan di Sleman. Kini, mereka fokus meraih poin penuh saat menghadapi Persik. Hanya bila kembali gagal, nasib Dejan makin kritis alias terancam.

“Kondisi kami lumayan oke dari game terakhir. Tentu harus berubah untuk game melawan Persik meski ada beberapa pemain yang absen. Tentunya kami akan kembali bekerja keras,” kata Dejan.

“Dua tim yang saya pikir sama yaitu belum menemukan formula stabil. Pasti berat dan ada beban, tapi semoga lebih dari yang kami mau. Pemain akan lebih disiplin,” ujar dia melanjutkan.

PSS Tanpa Irfan Bachdim

Dalam duel kontra Persik, PSS tampaknya akan minus Irfan Jaya yang sedang mengikuti pemusatan latihan tim nasional. Begitu pula Irfan Bachdim yang masih dalam pemulihan cedera sehinga harus waspada.

Namun sang pelatih optimistis timnya mampu bangkit dan keluar dari tekanan saat ini. Dejan juga perlu mengembalikan skema permainan terbaiknya, tidak seperti saat kalah dari Persebaya.

PSS sedikit kesulitan mengembangkan permainannya dan hal itu menjadi satu di antara bahan kritikan para suporter PSS sebagai sebuah kesalahan besar. Nama Syamsul Arifin bisa menjadi solusi di titik pertahanan kiri dan mengembalikan kembali peran Bagus Nirwanto di kanan.

Sementara, Eduardo Jose Barbosa atau Juninho bisa kembali diandalkan untuk sektor penyerangan. Begitu juga Nemanja Kojic yang sudah mendapat kesempatan menjalani debutnya, dapat menjadi solusi di lini depan.

“Semua pemain sudah siap menatap hasil yang lebih baik. Insya Allah bisa mengulang hasil melawan Persik seperti di Piala Menpora lalu,” kata bek tengah Asyraq Gufron.*