Chelsea saat menghadapi Manchester United. (Foto: olenas.id/thesun.co.uk)

OLENAS.ID – Chelsea bakal mengukuhkan posisinya di puncak klasemen Liga Premier Inggris. Syaratnya, Chelsea mampu menaklukkan Manchester United dalam big match di Stadion Stamford Bridge, Minggu (28/11/2021) malam ini pukul 23.30 WIB.

Duel dua raksasa Liga Premier dengan kondisi yang bertolak belakang. Chelsea tengah on fire sejak mendatangkan pelatih Thomas Tuchel akhir musim lalu.

Eks pelatih Paris Saint-Germain ini sukses mengantarkan Chelsea menjadi kampiun Liga Champions 2021. Tak berhenti di situ, Tuchel menjadikan The Blues bertengger di puncak klasemen.

Saat ini, Chelsea memiliki poin 29. Unggul satu poin dengan Liverpool yang menghajar Southampton 4-0 di Stadion Anfield, Sabtu (27/11/2021). Bila menang atas Man United, maka Chelsea bakal menjauh dari pesaingnya.

Chelsea juga mencatat rekor pertahanan terbaik di kompetisi domestik. Mereka hanya empat kali kebobolan. Bandingkan dengan Man United yang sudah kemasukan 21 gol. Saking keroposnya pertahanan Man United meski memiliki bek mahal Harry Maguire, tim sekelas Watford saja bisa membantai mereka 4-1.

Kekalahan dari Watford berujung dengan mundurnya manajer Ole Gunnar Solskjaer. Man United memang sudah mengikat perjanjian dengan pelatih Ralf Rangnick untuk menangani tim sampai akhir musim. Namun dalam big match itu, The Red Devils masih dalam pengawasan manajer sementara Michael Carrick.

Carrick, yang sebelumnya asisten manajer dan eks gelandang Man United ini memang melakukan debut mengesankan. Man United sukses menggulung Villarreal 2-0 di ajang Liga Champions.

Kemenangan ini sangat berarti karena Man United selalu kesulitan setiap kali menghadapi tim La Liga Spanyol. Villarreal pula yang memupus mimpi Solskjaer meraih trofi pertama sebagai manajer Man United di final Liga Europa 2021.

Laga ini memberi kesempatan kepada Carrick untuk menunjukkan kinerja dan polesannya sebelum menyerahkan tim kepada Rangnick. Hanya, Chelsea lebih diunggulkan. Tim yang kian menanjak dengan performa yahud dan mereka tampil di kandang sendiri menjadikan klub London Barat ini diprediksi meraih kemenangan.

Chelsea memang memiliki modal untuk kembali meraih tripoin. Namun Tuchel harus memutar otak karena tidak bisa menurunkan skuat terbaik. Bek kiri Ben Chilwell terpaksa absen karena cedera ligamen. Repotnya, Chilwell tengah berada pada performa terbaik.

Selain Chilwell, gelandang bertahan andalan N’Golo Kante diragukan tampil akibat cedera lutut di pertandingan Liga Champions. Namun striker Romelu Lukaku sudah bisa dimainkan dan berpeluang menghadapi eks klubnya.

Tuchel tetap memakai formasi 3-4-2-1 dengan kiper Edouard Mendy berdiri di bawah mistar. Dirinya dibentengi trio bek Cesar Azpilicueta, Thiago Silva, dan Antonio Rudiger.

Di sisi kanan ada bek sayap Reece James dan Marcos Alonso yang menggantikan Chilwell akan menyusuri sisi kiri. Gelandang Jorginho berduet dengan Ruben Loftus-Cheek yang mengambil alih tugas Kante.

Striker Timo Werner akan menjadi centre forward tunggal. Koleganya di tim nasional Jerman Kai Havertz terpaksa absen karena belum pulih dari cederanya. Timo mendapat support dari Mason Mount yang tengah melejit dan Callum Hudson-Odoi.

Manchester United Minus Maguire

Man United sesungguhnya juga tak lengkap karena kehilangan Maguire karena akumulasi. Sedangkan bek Luke Shaw kembali absen setelah belum pulih dari cedera. Carrick kian dipusingkan dengan belum pulihnya Paul Pogba dan Raphael Varane. Selain itu, Fred dan striker Edinson Cavani masih cedera serta Mason Greenwood yang terkena Covid-19.

Carrick mempertahankan skema 4-2-3-1 yang membawa Man United menang atas Villarreal. Kiper David de Gea tetap menjadi pilihan pertama. Duo centre back Eric Bailly dan Victor Lindelof menjadi pilihan pertama di jantung pertahanan dengan absennya Varane dan Maguire.

Sedangkan bek kiri Alex Telles menjadi starter menggantikan Shaw. Dia yang akan menghadapi Reece James yang belakangan menjadi momok pertahanan lawan. Posisi bek kanan sudah pasti diisi Aaron Wan-Bissaka yang tak tergantikan.

Gelandang bertahan Scott McTominay kembali menjadi pilihan pertama setelah tampil cemerlang di Liga Champions. Carrick kemungkinan memaksakan Fred untuk menjadi tandem McTominay.

Mereka akan menjadi tukang angkut air yang memberi keleluasaan bagi Bruno Fernandes untuk memberi suplai bola ke depan. Dirinya bahu-membahu dengan Jadon Sancho yang mulai unjuk kemampuan dan Marcus Rashford.

Sang bintang Cristiano Ronaldo akan menjadi false 9. Dengan menjadi centre forward, maka Anthony Martial bakal duduk di bench.

Di big match tersebut, Chelsea sesungguhnya memiliki rekor tak bagus bila bertemu Man United. Mereka tak pernah menang selama tujuh laga terakhir melawan pemegang rekor juara Liga Inggris paling banyak ini.

Tak hanya itu, The Blues terakhir kali menang di kandang sendiri atas lawannya pada 2018 lalu. Pada duel musim lalu, mereka hanya mampu bermain imbang tanpa gol.

Meski demikian Chelsea tetap diunggulkan karena performa gemilang yang ditunjukkan pasukan Tuchel ini. Terbukti setelah menghajar Leicester City 3-0, mereka membantai Juventus 4-0 di Liga Champions.

Ini yang menjadikan bursa lebih mengunggulkan Chelsea. Di laga tersebut, Chelsea nge-voor Man United 1 (0:1). Artinya, Chelsea diprediksi menang lebih dari dari gol.

Meski tak diunggulkan, Man United tetap berpeluang membuat kejutan. Apalagi, mereka tak pernah kebobolan selama empat laga terakhir melawan Chelsea. Penguasaan lini tengah akan menjadi kunci. Absennya Kante memberi peluang bagi McTominay untuk merebut sektor itu sehingga memungkinkan Fernandes untuk menjalankan tugasnya sebagai nomor 10.

Prakiraan Susunan Pemain
Chelsea (3-4-2-1):
Mendy; Azpilicueta, Silva, Rudiger; James, Loftus-Cheek, Jorginho, Alonso; Mount, Hudson-Odoi; Werner
Manchester United (4-2-3-1): de Gea; Wan-Bissaka, Lindelof, Bailly, Telles; McTominay, Fred; Sancho, Fernandes, Rashford; Ronaldo

Bursa

Chelsea vs Manchester United 0:1 (tips Chelsea)*

Artikulli paraprakUsai Kalahkan Persib, Persija Malah Kalah dari Bali United
Artikulli tjetërPiala AFF dan PPKM Level 3 Membuat Kompetisi Diliburkan