Striker Bayern Munich Robert Lewandowski. (Foto: olenas.id/sportbible.com)

OLENAS.ID – Skandal memalukan Ballon d’Or. Striker Robert Lewandowski seperti ‘dirampok’ setelah Lionel Messi yang didapuk menjadi yang terbaik versi majalah France Football itu.

Bocoran Messi yang memenangi Ballon d’Or 2021 memang sudah beredar. Namun masih ada yang berharap info itu berubah karena Lewandowski dinilai lebih pantas menjadi terbaik.

Sayangnya, harapan itu tak kesampaian. Messi kembali meraih Ballon d’Or untuk ketujuh kalinya. Bintang Paris Saint-Germain ini pun mengukuhkan sebagai pemain yang paling banyak memenangi penghargaan tersebut. Sedangkan Cristiano Ronaldo yang kini membela Manchester United menempati peringkat dua dengan meraih penghargaan itu sebanyak lima kali.

Hanya penghargaan tahun ini menjadi kontroversi. Bahkan ada yang melabelinya sebagai sebuah skandal karena adanya ‘perampokan’ terhadap Lewandowski yang berpeluang besar memenangi Ballon d’Or untuk kali pertama.

Bagaimana tidak, mesin gol Bayern Munich ini sama sekali tak menurun ketajamannya. Dia telah mengemas 38 gol selama 30 pertandingan liga. Penyerang berusia 33 ini juga kembali membawa Bayern mempertahankan titel Bundesliga Jerman.

Namun itu masih belum cukup bagi Lewandowski. Terbukti, Messi yang menjadi terbaik karena membawa Argentina memenangi Copa America. Ini untuk kali pertama eks bintang Barcelona tersebut meraih trofi bagi tim nasional.

Lewandowski sesungguhnya sangat berpeluang meraih Ballon d’Or 2020 karena sukses Bayern menjadi treble winners dengan tiga trofi, Liga Champions, Bundesliga dan Piala Jerman. Namun penyelenggaraan Ballon d’Or ditiadakan dengan alasan Covid-19.

Ada dugaan Lewandowski memang tak terbendung karena Messi dan Ronaldo sama-sama gagal bersama klubnya. Bila Messi masih bisa membawa Barca meraih Copa de Rey, sebaliknya Ronaldo tak mampu memberi trofi bagi Juventus.

Menurut legenda Jerman Lothar Matthaus pencapaian pemain di tahun 2020 seharusnya juga menjadi perhitungan untuk menentukan siapa yang terbaik. Peraih Ballon d’Or 1990 ini pun mempertanyakan France Football yang tidak memasukkan pencapaian pemain di tahun sebelumnya.

“Jujur, setelah keputusan itu, saya sudah tidak memahami dunia itu lagi,” kata Matthaus kepada Sky Sports.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Lionel Messi dan pemain lain yang menjadi nominasi, tak ada yang layak [memenangi] selain Lewandowski. France Football tak menyelenggarakan penghargaan tahun lalu karena semua penghargaan sudah pasti menjadi milik Robert. Dia tak ada saingan selama dua tahun terakhir,” ujar eks pemain yang mengantarkan Jerman memenangi Piala Dunia 1990.

“Bahkan bila hanya memperhitungkan pencapaian pemain di tahun 2021 saja, dia tetap yang terbaik dibandingkan lainnya. Dia memecahkan rekor Gerd Muller dan kembali menjadi top scorer di berbagai kompetisi,” ucapnya.

Dalam satu dekade ini pemenang Ballon d’Or hanya menjadi milik Messi dan Ronaldo. Terutama setelah penghargaan itu diambil alih FIFA mulai 2010 dan kemudian kembali digelar France Football.

Bahkan saat Jerman menjadi juara dunia 2014, tidak ada pemain dari negara itu yang memenangi Ballon d’Or. Penghargaan tetap menjadi milik Ronaldo dan Messi yang menduduki runner up. Sementara, kapten sekaligus kiper Jerman Manuel Neuer hanya ada di peringkat tiga.

Kapten Kroasia Luka Modric lebih beruntung karena pernah memenanginya pada 2018. Padahal, Kroasia hanya menjadi runner up di Piala Dunia 2018. Namun Modric membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions.*

Artikulli paraprakSudah Bocor, Lionel Messi Menangi Ballon d’Or
Artikulli tjetërIni yang Dilakukan PSIS Saat Lawan PS Sleman