Sundulan pemain Southampton Che Adams membobol gawang Tottenham Hotspur di pertandingan Liga Premier Inggris. (Foto: olenas.id/thesun.co.uk)

OLENAS.ID – Nyaris menang tetapi malah kalah. Drama laga di Liga Premier Inggris saat Tottenham Hotspur dipaksa menyerah 3-2 melawan Southampton di kandang sendiri di Stadion Tottenham Hotspur, Kamis (10/2/2022) dini hari WIB. Atas kekalahan itu, manajer Antonio Conte mengakui sulit bagi Tottenham mendapatkan 3 poin. Mengapa?

Bulan madu Tottenham dengan Antonio Conte berakhir sudah. Kekalahan 2 kali berturut-turut memutus tren ciamik Tottenham saat ditangani Conte.

Sebelumnya, eks pelatih Inter Milan ini menorehkan rekor mengesankan dengan membawa The Lilywhites tak terkalahkan selama 9 laga. Hanya Conte menyatakan bila Tottenham masih merupakan tim medioker. Menurut dia butuh kerja keras dan perlu merestorasi tim agar menjadi salah satu yang terbaik di Inggris.

Kami butuh perbaikan di semua aspek. Kami masih sering emosi

Pernyataan pelatih yang pernah membawa Chelsea memenangi Liga Premier ini tak salah. Performa Tottenham masih labil. Meski turun dengan kekuatan penuh, termasuk kapten Harry Kane, mereka justru tak berkutik menghadapi Southampton. Ironisnya, mereka kalah dari klub papan tengah.

Hanya, The Saint memang tengah menanjak. Dari 5 laga terakhir di berbagai kompetisi, mereka hanya kalah sekali. Southampton sukses menghajar Brentford 4-1 dan menahan pimpinan klasemen Manchester City 1-1.

Ini tentu menjadi modal bagus Soton. So, bukan kejutan bila pasukan Ralph Hasenhuttl benar-benar menyulitkan Tottenham. Mereka mampu bangkit meski sempat tertinggal dua kali dan malah membalikkan keadaan.

“Saya tahu benar dan ini selalu saya ulangi bila di musim ini kami bakal kesulitan meraih 3 poin,” kata Conte seperti dikutip Daily Mail.

“Kami butuh perbaikan di semua aspek. Kami masih sering emosi. Saat melawan Leicester City, kami sudah unggul 3-2 dan seharusnya menang. Tetapi kami malah kalah. Kini, kami unggul 2-1 tetapi kalah 3-2,” ucap eks pemain dan pelatih Juventus ini.

Tottenham Vs Southampton Berjalan Ketat

Laga Tottenham melawan Southampton memang berjalan ketat dan diwarnai dianulirnya beberapa gol. Tercatat gol pertama tuan rumah lewat sundulan Cristian Romero di menit 12 tak disahkan. Gara-garanya asisten wasit sudah mengangkat bendera lebih dulu tanda offside.

Tottenham akhirnya unggul setelah bek Southampton, Jan Bednarek membuat gol bunuh diri di menit 18. Namun keunggulan klub London utara ini tak bertahan lama. Tim tamu berhasil menyamakan skor saat Armando Broja menaklukkan kiper Hugo LLoris di menit 23. Skor menjadi 1-1 sampai akhir babak pertama.

Pemain depan Tottenham Hotspur Son Heung-min saat mencetak gol di pertandingan melawan Southampton di Liga Premier Inggris. Tottenham kalah 3-2 di laga itu. (Foto: olenas.id/thesun.co.uk)

Di babak kedua, Tottenham bermain lebih agresif. Hasilnya, pemain depan Son Heung-min membobol gawang Southampton lewat tendangannya dari jarak dekat setelah memanfaatkan umpan tarik Lucas Moura. Skor menjadi 2-1 di menit 70.

Tottenham sudah yakin menang karena pertandingan sudah memasuki 20 menit terakhir. Namun keyakinan itu buyar karena hanya berselang sembilan menit sundulan gelandang Mohamed Elyounoussi merobek gawang tuan rumah.

Gol itu menjadikan Southampton kian percaya diri menyelesaikan pertandingan. Alhasil, 3 menit kemudian, mereka menambah gol saat assist James Ward-Prowse dituntaskan Che Adams. Skor berubah menjadi 3-2 dan gol Adams menjadi penentu pertandingan.

Hasil itu menjadikan Tottenham tertahan di peringkat 7 dengan poin 36. Sama dengan rival tetangga sebelah, Arsenal. Namun The Gunners masih unggul selisih gol sehingga berada di posisi 6.

Sementara, Soton naik ke posisi 10. Mereka melewati Aston Villa dan Leicester dengan mengantungi poin 28.*

Artikulli paraprakNewcastle United Vs Everton, Menang dan Keluar dari Zona Merah (video)
Artikulli tjetërKalahkan Lazio di Coppa Italia, AC Milan Langsung Incar Inter Milan