Manajer Graham Potter, sosok tak dikenal yang menangani Brighton and Hove Albion masuk radar Manchester United. (Foto: olenas.id/thesun.co.uk)

OLENAS.ID – Siapa manajer Manchester United, masih menjadi teka-teki. Terutama bila Paris Saint-Germain menolak melepas Mauricio Pochettino. Namun manajer lokal bisa menjadi alternatif dan kabarnya masuk radar Man United.

Man United kembali sibuk menjadi manajer anyar. Gara-garanya, manajer sementara Ralf Rangnick gagal memanfaatkan kesempatan mendapatkan kontrak permanen oleh pemegang rekor juara Liga Premier Inggris ini.

Sosok yang menggantikan Ole Gunnar Solskjaer ini kemungkinan besar hanya akan menyelesaikan kontrak pendek di Man United sampai akhir musim.

Ya, performa The Red Devils memang tak meyakinkan. Padahal, saat mendatangkan pelatih asal Jerman ini, Man United berharap bisa berubah menjadi tim yang lebih agresif dan ofensif dengan penguasaan bola yang kuat.

Alasannya, Rangnick tak lain mentor Juergen Klopp yang sukses memulihkan kejayaan Liverpool dan memberikan trofi Liga Inggris. Tak hanya itu, The Reds juga memenangi Liga Champions.

Sementara, Thomas Tuchel, yang juga anak didik Rangnick, tidak kalah berprestasi. Dia meraih sukses bersama Borussia Dortmund, PSG dan kini Chelsea. Bahkan Tuchel membawa The Blues meraih trofi Liga Champions untuk kali ke-2.

Ekspetasi tinggi pun disematkan kepada Rangnick. Sayangnya, dia gagal megikuti jejak Klopp dan Tuchel di Liga Inggris. Harapan Man United terhadap pelatih yang pernah diincar AC Milan itu pun tak kesampaian.

Lalu siapa yang bakal menjadi pengganti Rangnick? Pochettino sudah masuk radar. Bahkan manajer legendaris Man United, Sir Alex Ferguson yang merekomendasikan eks manajer Tottenham Hotspur ini.

Persoalannya, Man United masih harus menunggu jawaban dari PSG. Apakah melepas Pochettino atau menolaknya, tergantung kemampuan PSG memboyong pelatih Zinedine Zidane. Raksasa Ligue 1 Prancis ini ngebet mendapatkan eks pelatih Real Madrid ini demi meraih trofi Liga Champions. Bila menggaet Zidane, PSG bakal melepas pelatih asal Argentina itu.

Selain Pochettino ada pelatih Erik Ten Hag yang sudah pasti memahami karakter permainan Man United. Ten Hag termasuk sukses menangani Ajax Amsterdam. Dirinya yang mengorbitkan Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong dan Donny van Beek, pemain Man United yang saat ini dipinjamkan ke Everton.

Muncul Sosok Tak Dikenal

Di luar 2 nama itu, tiba-tiba malah muncul Graham Potter. Siapa dia? Potter tak lain manajer klub medioker Liga Inggris, Brighton and Hove Albion.

Nama Potter masuk radar Man Unted gara-garanya penampilan menawan Brighton meski kalah 2-0 di Old Trafford. Brighton tampil impresif dan menguasai permainan selama 45 menit pertama meski akhirnya harus kebobolan oleh gol Cristiano Ronaldo dan Bruno Fernandes.

Hanya, Brighton baru kebobolan setelah bermain dengan 10 orang menyusul dikartumerahnya Lewis Dunk di menit 54. Situasi itu yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Ronaldo dkk.

Meski kalah, Brighton justru bermain dengan gaya seperti Man United di era Ferguson. Si Potter seolah mengajari Rangnick bagaimana cara bermain Man United yang sesungguhnya. Sementara, tim di bawah Rangnick justru bermain membosankan.

Tak hanya saat kalah dari Man United, tetapi pencapaian Brighton memang termasuk mengesankan musim ini. Mereka menduduki peringkat 9 dengan poin 33. Terpaut 3 poin dari Tottenham yang berada di posisi 8.

Potter termasuk sukses menangani Brighton sejak 2019. Buntutnya, Tottenham sudah membidik pelatih berusia 46 ini setelah memecat Jose Mourinho dan Nuno Espirito Santo.

Namun, Potter menolak tawaran tersebut karena dia ingin melatih tim yang lebih besar. Dan, Man United bisa menjadi destinasi Potter yang disebut-sebut sebagai bakal menjadi manajer top Inggris.*

Artikulli paraprakHasil Lengkap KRAS 2022
Artikulli tjetërMenang 1 Gol Lawan Persiraja, Persebaya Akhiri Tren Buruk