Bek Tottenham Hotspur Eric Dier kecewa gagal di Piala FA. (Foto: olenas.id/Talk Sport)

OLENAS.ID – Tottenham Hotspur tersingkir di Piala FA. Kekalahan dari klub divisi Championship Middlesbrough membuat Tottenham gagal ke perempat final. Hasil mengecewakan membuat pemain depan Heung-Min Son menjadi sasaran amarah rekan sendiri, Eric Dier.

Middlesbrough mendapat status anyar pembunuh raksasa. Gara-garanya, Boro sukses menyingkirkan tim raksasa Liga Premier Inggris di turnamen sepak bola tertua di dunia ini.

Di babak sebelumnya, tim tersebut menaklukkan Manchester United. Keberhasilan Middlesbrough ternyata tidak kebetulan semata. Pada laga babak 5 yang digelar di Stadion Riverside, Rabu (2/3/2022) dini hari WIB. Middlesbrough menang 1-0 atas Tottenham lewat tambahan waktu. Satu-satunya gol di laga itu diciptakan pemain berusia 19, Josh Coburn.

Bagi saya dibutuhkan keinginan besar dan kesabaran serta kerja keras untuk menjadikan tim lebih stabil

Kekalahan yang membuat pemain kecewa. Bagaimana tidak, Tottenham kembali gagal meraih trofi musim ini setelah menunggu selama 14 tahun terakhir. Mereka sudah gagal di Piala Liga dan hanya berada di papan tengah liga. Kini, The Lilywhites tersingkir di Piala FA.

Penantian trofi pun berlanjut. Dan, ini membuat pemain frustrasi. Buntutnya, mereka malah ribut sendiri. Son yang bermain di bawah performa menjadi sasaran amarah Dier. Bintang Korea Selatan ini memang menjadi tumpuan tim. Saat bermain buruk, dirinya disemprot rekan sendiri.

Insiden keributan usai pertandingan itu kemudian dilerai rekan-rekannya. Menurut informasi, Dier kecewa dengan permainan Son. Apalagi, dia terlalu gampang kehilangan bola. Namun tidak hanya Son, hampir semua pemain Tottenham tampil mengecewakan.

Menariknya bukan kali pertama Son menjadi sasaran amuk teman sendiri. Dirinya juga pernah ribut dengan kiper Hugo Lloris di pertandingan melawan Everton di Liga Inggris. Gara-garanya, dia melakukan backpass saat mendapat tekanan dari lawan sehingga membahayakan gawang sendiri.

Mereka ribut saat berjalan ke ruang ganti setelah berakhirnya babak pertama. Insiden itu cepat berakhir karena mereka dipisah rekan sendiri. Tottenham sendiri menang 1-0 di laga itu.

Sementara, manajer Antonio Conte menyoroti konsistensi penampilan pemain yang berujung kegagalan Tottenham. Setelah tampil gemilang saat mengalahkan Manchester City 3-2, mereka malah bermain buruk dan kalah dari Burnley. Tottenham kemudian bangkit dengan membantai Leeds United. Namun lagi-lagi, Harry Kane dkk tak konsisten yang mengakibatkan mereka tersingkir Piala FA.

“Bagi saya dibutuhkan keinginan besar dan kesabaran serta kerja keras untuk menjadikan tim lebih stabil. Ini adalah kunci bila ingin melakukan perubahan,” kata Conte seperti dikutip Spurs-Web.

“Kadang, Anda harus mendorong aspek lain seperti aspek mental dan berusaha untuk tetap fokus. Ini tentu tidak mudah karena kami harus fokus saat latihan dan pertandingan. Namun kami ingin menjadi tim yang kompetitif. Jadi, aspek ini memang butuh perbaikan,” ucap eks manajer Chelsea ini.

Kegagalan di Piala FA menjadikan Tottenham fokus di liga. Mereka berharap bisa memperbaiki peringkat agar bisa masuk zona Eropa. Bila gagal lolos ke Liga Champions, Tottenham yang saat ini berada di peringkat 7 bisa tampil di Liga Europa.*

Artikulli paraprakHalangi ke Real Madrid, PSG Sodori Mbappe Gaji Rp15 Miliar per Minggu
Artikulli tjetërShin Tae-yong Yakin Pratama Arhan Mampu Bersaing di Tokyo Verdy