Striker Real Madrid Karim Benzema merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Paris Saint-Germain di laga Liga Champions. (Foto: olenas.id/thesun.co.uk)

OLENAS.ID – Luar biasa Real Madrid. Raksasa La Liga Spanyol ini menunjukkan kekuatan mentalitas juara di kompetisi Eropa saat mengalahkan Paris Saint-Germain 3-1 di laga ke-2 babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (10/3/2022) dini hari WIB. Pelatih Carlo Ancelotti pun tak segan memuji Karim Benzema dan Luka Modric yang membawa Madrid ke perempat final setelah unggul agregat 3-2.

Real Madrid adalah juara Eropa. Torehan 13 trofi Liga Champions, rekor paling banyak juara, menjadi bukti sahih bila mereka adalah penguasa Eropa.

Mentalitas sang juara kembali ditunjukkan Madrid saat menghadapi PSG. Padala Madrid menghadapi jawara Ligue 1 Prancis yang datang ke Spanyol dengan kepercayaan diri tinggi.

Karim berhasil memberi tekanan sehingga kami bisa menyamakan kedudukan. Selanjutnya, keajaiban terjadi di Bernabeu

Terutama setelah sang bintang, Kylian Mbappe, kembali menjadi starter. Sebelumnya, pemain berusia 23 ini diragukan tampil karena cedera kaki kiri akibat tekel teman sendiri saat latihan. Namun Mbappe sudah pulih dan bisa bermain di laga krusial itu.

Selain Mbappe ada duo eks Barcelona, Lionel Messi dan Neymar. Sebagai mantan rival Madrid di kompetisi domestik, mereka tentu kian termotivasi untuk menaklukkan Bernabeu.

Bintang Paris Saint-Germain Kylian Mbappe (kanan) merayakan gol. PSG kalah 3-1 dan Real Madrid yang lolos ke perempat final Liga Champions. (Foto: olenas.id/Twitter/ChampionsLeague)

Lebih dari itu, PSG sudah unggul 1-0 di laga pertama. Dan, Mbappe yang mencetak satu-satunya gol di laga tersebut. Artinya, PSG memang memiliki modal bagus saat melakoni laga tandang. Mereka hanya butuh imbang untuk lolos ke perempat final. Sebaliknya, Madrid harus bekerja ekstrakeras untuk membalikkan keadaan.

PSG Awali Laga dengan Gemilang

Prediksi itu nyaris tak meleset saat Les Parisiens mengawali laga dengan gemilang. Mereka unggul lebih dulu lewat Mbappe. Pemain tim nasional Prancis yang menjadi target utama Madrid musim depan ini membobol gawang Thibaut Courtois di menit 39. Keunggulan 1-0 itu pun bertahan sampai akhir babak pertama.

Madrid memang pantang menyerah dan akhirnya membalikkan keadaan di babak ke-2. Hanya, Los Merengues harus menunggu sampai menit 62 sebelum Benzema menaklukkan kiper Gianluigi Donnarumma.

Skor berubah 1-1, tetapi PSG masih unggul agregat 2-1. Namun gol ini menjadi penyemangat pasukan Ancelotti. Alhasil, hanya dalam tempo 2 menit, mereka menambah 2 gol.

Gelandang Real Madrid Luka Modric saat menghalangi bintang Paris Saint-Germain Lionel Messi di pertandingan Liga Champions, Kamis (10/3/2022) dini hari WIB. (Foto: olenas.id/Twitter/ChampionsLeague)

Benzema mencetak gol ke-2 setelah menyelesaikan umpan Modric di menit 76. Tak lama kemudian atau di menit 78, striker timnas Prancis ini kembali membobol gawang Donnarumma sekaligus mencetak hat-trick. Skor berubah menjadi 3-1 yang bertahan sampai akhir laga. Madrid yang lolos karena unggul agregat 3-2.

Ancelotti pun menunjukkan kepuasannya dengan keberhasilan Madrid melaju ke perempat final. Menurut dia tim mampu melewati masa sulit untuk meraih kemenangan.

“Kami banyak menderita, tetapi kami mampu mengatasinya,” kata Ancelotti kepada Marca.

“Kami harus berusaha kembali menguasai [pertandingan]. Karim berhasil memberi tekanan sehingga kami bisa menyamakan kedudukan. Selanjutnya, keajaiban terjadi di Bernabeu. Setelah skor 1-1, hanya ada satu tim,” ucap dia.

Eks pelatih AC Milan ini pun tak segan memuji Benzema dan Modric yang berperan penting mendongkrak performa tim. Mereka bermain luar biasa, terutama Benzema yang tak menunjukkan penurunan sebagai mesin gol Los Blancos.

“Setiap hari, mereka terus berkembang makin baik. Saya senang dengan mereka. Karim sempat cedera, tetapi dia sudah pulih dan kembali pada perfomanya. Luka pun selalu bermain di level tertinggi, di mana pun dia bermain,” kata Ancelotti lagi.

Hasil itu menjadikan Madrid sebagai tim ke-4 yang lolos ke perempat final setelah Liverpool, Bayern Munich dan Manchester City. Sementara, harapan PSG meraih trofi kuping lebar kembali pupus. Meski sudah memboyong Messi dan eks kapten Madrid, Sergio Ramos, gelar Liga Champions masih menjadi mimpi mereka.*

Artikulli paraprakPersija Lawan Borneo FC, Ini Jadi Target Pelatih Sudirman
Artikulli tjetërChelsea vs Newcastle United, Prediksi dan Susunan Pemain