Striker Real Madrid Karim Benzema merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Mallorca di pertandingan La LIga Spanyol. (Foto: olenas.id/realmadrid.com)

OLENAS.ID – Real Madrid kian jauh meninggalkan pesaingnya setelah menaklukkan Mallorca 3-0 di pertandingan La Liga Spanyol di Estadi Visit Mallorca, Selasa (15/3/2022) dinihari WIB. Madrid pun menjadi favorit juara liga. Namun pelatih Carlo Ancelotti justru menyebut soal final Liga Champions 2005.

Madrid kian kukuh menduduki posisi puncak klasemen setelah mengumpulkan 66 poin. Klub ibukota ini tak mendapat saingan berarti di kompetisi domestik karena Sevilla yang berada di peringkat 2 sudah tertinggal 10 poin.

Begitu pula Barcelona yang akhirnya menembus 4 besar dengan menguasai posisi 3 setelah memiliki poin 51. Perolehan poin Barca sama dengan juara bertahan Atletico Madrid yang berada di peringkat 4.

Kami memang mendapat keuntungan dan ini tentu hal yang bagus. Namun kami harus segera kembali mencapai performa terbaik setelah jeda liga karena ada pertandingan internasional

Namun Los Rojiblancos kalah selisih gol. Harapan mereka meraih titel liga pun sudah berat sehingga Atletico melempar handuk. Tim asuhan Diego Simeone hanya menargetkan lolos ke Liga Champions musim depan.

Ancelotti Sebut Persaingan Masih Ketat

Kompetisi memang masih menyisakan 10 laga. Meski demikian, Madrid kemungkinan besar bakal merengkuh trofi ke-35. Mereka terakhir kali memenangi liga pada 2020 saat Zinedine Zidane menjadi pelatih.

Mengenai peluang juara karena sudah unggul cukup jauh, pelatih Carlo Ancelotti malah menepisnya dan menilai persaingan di papan atas masih ketat. Dia justru mengingatkan pada final Liga Champions 2005 saat Ancelotti yang menangani AC Milan melawan Liverpool di Istanbul.

Ancelotti sesungguhnya termasuk sukses selama 8 musim melatih Milan pada 2001 sampai 2009. Namun final 2005 menjadi laga yang tak terlupakan karena Milan kalah secara menyakitkan.

Di laga itu, Milan sudah unggul 3-0 di babak pertama. Siapa menyangka bila di babak ke-2, situasi berbalik total. Liverpool dengan motor tim sang legenda, Steven Gerrard mampu bangkit dan mencetak 3 gol yang menyamakan skor 3-3 sehingga laga diselesaikan lewat adu penalti. Liverpool yang sudah bangkit menang 3-2 usai kiper Jerzy Dudek menepis eksekusi Andriy Shevchenko.

Laga itu menjadi salah satu comeback legendaris di Liga Champions. Ancelotti, saat itu, mengakui pemain terlalu percaya diri setelah unggul 3 gol. Ini yang menjadikan dirinya selalu mengingatkan pemainnya saat menyelesaikan 10 laga terakhir Madrid. Eks manajer Everton ini tak ingin Luka Modric dkk over confident dan sudah merasa juara liga.

“Tak ada yang berubah. Kami memang mendapat keuntungan dan ini tentu hal yang bagus. Namun kami harus segera kembali mencapai performa terbaik setelah jeda liga karena ada pertandingan internasional,” kata Ancelotti seperti dilansir Marca.

“Saya katakan kepada Anda, saya pernah kalah di final Liga Champions. Padahal, kami sudah unggul 3-0. Saya berharap ini tidak terjadi lagi,” ucap eks manajer Chelsea ini.

Belakangan, Madrid menunjukkan performa ciamik. Mereka sukses melaju ke perempat final Liga Champions dengan membalikkan keadaan saat menyingkirkan Paris Saint-Germain. Setelah kalah 2-0, Los Blancos bangkit dan berbalik menang 3-1. Mereka pun unggul agregat 3-2. Di kompetisi Eropa, Madrid kembali menjadi favorit bersama Manchester City, Liverpool dan Bayern Munich.

Di pertandingan melawan Mallorca, striker Karim Benzema kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak brace. Hanya, bintang Brasil Vinicius Junior yang membuka kemenangan Madrid. Selanjutnya, Benzema melengkapi kemenangan lewat 2 golnya.*

Artikulli paraprakAC Milan Kukuh di Puncak, Pelatih Pioli: Juventus Pesaing Juara
Artikulli tjetërKalahkan Arema FC, Bali United Kian Dekat Juara Liga 1