Kiper Manchester United David de Gea gagal menghentikan bola sundulan pemain Atletico Madrid Renan Lodi di pertandingan Liga Champions. (Foto: olenas.id/thesun.co.uk)

OLENAS.ID – Manchester United kembali menemui kegagalan. Kali ini, Atletico Madrid sukses menyingkirkan Man United usai menang 1-0 pada laga ke-2 babak 16 besar Liga Champions di Stadion Old Trafford, Rabu (16/3/2022) dini hari WIB. Kegagalan ini menjadikan Man United kembali menyelesaikan musim 2021/2022 minus trofi.

Kompetisi belum berakhir. Namun Man United sudah memastikan kembali gagal meraih trofi dengan pupusnya harapan di Liga Champions . Meski sudah berganti manajer, klub yang pernah menjadi raksasa Liga Premier Inggris ini masih saja tak bisa memenangi trofi.

Padahal saat menunjuk Ralf Rangnick sebagai manajer sementara setelah mencopot Ole Gunnar Solskjaer, Man United berharap dahaga trofi segera berakhir. Hanya saja yang terjadi justru kebalikannya. Di Piala FA, The Red Devils harus menyingkir usai kalah secara memalukan dari klub Championship, Middlesbrough.

Kami tak cukup mampu mengalahkan Atletico di 2 pertandingan. Mereka tim yang berpengalaman dan tahu bagaimana bermain dengan baik. Ini momen sulit bagi kami

Bahkan di turnamen kelas 3, Piala Liga atau Carabao Cup, Man United pun tak berkutik. Mereka kalah dari West Ham United sehingga kemudian menaruh harapan di Liga Champions. Meski sempat yakin dengan kemampuan di kompetisi Eropa setelah bermain imbang 1-1 melawan Atletico di laga pertama, namun kiprah Man United akhirnya terhenti.

Padahal, Cristiano Ronaldo dkk hanya butuh imbang tanpa gol untuk lolos ke perempat final. Sayangnya, mereka tak bisa menahan satu serangan Los Rojiblancos yang berujung gol. Bahkan upaya Ronaldo mengejar ketinggalan gol tak pernah membuahkan hasil. Lini depan tim sama sekali tak berdaya sehingga gagal menaklukkan kiper Jan Oblak.

Bagaimana di kompetisi domestik? Setali 3 uang karena mereka terengah-engah hanya untuk masuk zona Liga Champions. Man United sudah sulit mengejar rival satu kota, Manchester City, yang bertengger di puncak klasemen dengan poin 70. Terpaut 20 poin jelas perkara yang sulit bagi Man United untuk mengejar pesaing yang pernah diledek sebagai ‘tetangga yang berisik’.

Kini, The Cityzens benar-benar berisik karena setiap akhir musim selalu berpesta merayakan trofi juara. Musim lalu saja, mereka memenangi Liga Premier dan Piala Liga. Man City nyaris meraih treble bila tidak gagal di final Liga Champions usai kalah dari Chelsea.

“Ini kembali menjadi musim yang berat dan buruk bagi kami. Ini momen yang sangat buruk,” kata kiper David de Gea menanggapi musim yang buruk Man United seperti dikutip Manchester Evening News.

Saat Man City rutin berpesta dan menggelar konvoi juara, fans Man United hanya terdiam. Kegagalan di Liga Champions menjadikan Man United kembali memasuki masa suram. Bagaimana tidak, mereka tercatat tak pernah memenangi trofi selama 4 tahun, 8 bulan. Man United terakhir kali meraih trofi saat memenangi Liga Europa 2017. Saat itu, manajer Jose Mourinho yang membawa tim mengangkat trofi.

Ini menjadi periode terlama Man United tanpa trofi sejak 48 tahun lalu. Saat itu, mereka tidak hanya gagal tetapi juga menerima kenyataan pahit turun kasta alias terdegradasi.

Man United Sempat Mendominasi

Di laga melawan Atletico di kandang sendiri, Man United memang mengawalinya dengan baik. Mereka menunjukkan dominasi dengan penguasaan bola sebesar 57 persen. Hanya tidak ada tendangan ke gawang yang membuahkan hasil.

Di babak ke-2, penampilan Man United sudah berubah. Mereka mulai frustrasi dan cemas karena kesulitan menghadapi pertahanan kokoh klub La Liga Spanyol ini.

Bintang Manchester United David Cristiano Rpnaldo melakukan bicycle kickdi pertandingan Liga Champions melawan Atletico Madrid Renan Lodi. Man United kalah 1-0 dan tersingkir di ajang itu (Foto: olenas.id/thesun.co.uk)

Petaka terjadi di menit 42. Sundulan Renan Lodi memaksa De Gea memungut bola dari gawangnya. Skor 1-0 untuk Atletico yang bertahan sampai akhir laga.

“Sulit menggambarkan dengan kata-kata bagaimana perasaan saya. Bagaimana perasaan kami. Ini momen yang sungguh berat bagi kami,” ucap De Gea.

“Kami tak cukup mampu mengalahkan Atletico di 2 pertandingan. Mereka tim yang berpengalaman dan tahu bagaimana bermain dengan baik. Ini momen sulit bagi kami,” kata eks kiper Atletico ini.

De Gea mengaku sulit percaya Man United tak bisa menang di kandang sendiri. Padahal, mereka tampil bagus saat menahan Atletico 1-1 di laga pertama. Man United juga bermain gemilang di laga melawan Tottenham Hotspur dan menang 3-2.

“Sulit diterima saat Anda tersingkir di Liga Champions. Kami memetik hasil bagus saat bermain imbang di Madrid. Kami juga bermain bagus saat di hadapan fans. Tetapi jujur saja, mengapa kami tak bisa memenangkan laga,” kata dia lagi.

Kiper tim nasional Spanyol ini bergabung dengan Man United pada 2011. Manajer saat itu, Sir Alex Ferguson, sering datang secara khusus ke Spanyol untuk memantau penampilan De Gea yang jarang memegang bola karena selalu bisa memblok setiap serangan.

Saat datang ke Old Trafford, Ferguson pernah meminta De Gea untuk menangkap bola. Meski demikian, aksinya tak pernah mendapat protes karena dia selalu bisa menggagalkan serangan.

Sukses di Man United, namun De Gea hanya mampu mengoleksi 4 trofi. Termasuk 1 gelar juara Liga Premier pada 2013. Musim berikutnya, Ferguson pensiun dan Man United berubah menjadi klub yang minus trofi.

“Bertahun-tahun kami tanpa trofi. Kami tetap berjuang meraihnya. Jadi jelas, kami selalu ingin memenangi trofi,” kata dia memungkasi.*

Artikulli paraprakKalahkan Arema FC, Bali United Kian Dekat Juara Liga 1
Artikulli tjetërManchester City Jadikan Erling Haaland Pemain dengan Bayaran Tertinggi di Liga Inggris